Langsung ke konten utama

Postingan

Nama Baru

Di suatu pagi, saya terpikirkan tentang blog saya ini yang makin tidak terurus. Sejujurnya saya ingin terus menulis seluruh kisah hidup saya di blog ini tujuannya hanya untuk mengingat kejadian kejadian yang sayang untuk dilupakan. Sayangnya saya masih menyalahkan waktu yang terlalu sempit untuk menulis. Akhirnya pagi ini saya membuka lagi blogger.com di tengah-tengah waktu kosong menjelang ujian final project . Lalu niatan lama saya untuk mengubah alamat blog ini akhirnya saya wujudkan. Pada awalnya saya ragu, alamat blog saya sebelumnya saya-tau-saya.blogspot.com cukup bersejarah bagi saya. Dulu saya sampai berpikir seharian untuk menemukan nama yang tepat untuk alamat blog tersebut. Tercetuslah nama saya-tau-saya, dengan filosofi bahwa ini merupakan blog yang sungguh personal dimana bercerita tentang kehidupan saya dan yang berkaitan tentang saya. Pada akhirnya saya yang paling tau saya, maksudnya sih begitu.  Alamat blog sebelum ini sudah cukup tersebar di blog teman...

Kembali

Tiba-tiba ada seseorang yang mengirim pesan via Line, dia bilang "Nulis lagi dong, udah sibuk aja kayak presiden". Seketika saya ketawa sambil buru-buru buka blog yang sudah terbengkalai cukup lama. Bukan karena tidak ada yang ingin diceritakan tapi rasa malas yang besar membuat saya vakum menulis di blog ini. Padahal ada banyak hal yang sebenarnya ingin diceritakan.  Sesibuk apakah saya? Ga sibuk-sibuk amat sih. Hanya saja waktu saya memang sebagian besar dihabiskan di kantor. Setiap hari saya masuk pukul setengah 9 dan pulang setengah 6. Pulang kantor saya rasanya hanya ingin bersantai atau mungkin berolahraga. Alhasil sepertinya tidak ada lagi waktu yang tersisa untuk menulis.Untuk menulis sebuah tulisan kondisi fisik saya harus dalam keadaan optimal dan segar. Dulu saya pernah memaksakan diri untuk menulis malam-malam ketika pulang kantor kemudian tidak lama saya malah ketiduran padahal baru 2 paragraf.  Ah tapi saya masih punya beberapa mimpi yang belum juga ter...

Bulan Ketiga

Perayaan ulang tahun terakhir Papa yang ke 57. Miss you Pap. Sudah lama rasanya tidak mengisi ruangan di blog ini dengan tulisan-tulisan. Biasanya, setidaknya satu tulisan terposting setiap bulannya. Barulah sekarang saya tergerak kembali untuk menulis. Kali ini tentang ayah saya. Sudah 80 hari rasanya Papa meninggalkan dunia ini. Saya mencoba kembali mengingat kronologisnya. Pagi itu, Minggu 10 Februari 2013 tiba-tiba saya sangat terkejut ketika ada sebuah telpon yang membangunkan saya. Maklumlah waktu itu hari minggu sehingga saya manfaatkan untuk bangun lebih siang dari biasanya. Minggu itu pun saya tidak pulang ke Bandung karena memang saya baru membiasakan diri untuk pulang 2 minggu sekali, tujuannya untuk menghemat uang. Saya ditelpon ketika itu sekitar jam 9 pagi. Saya terbangun dan membuka sudah ada belasan missed calls dari Mama. Saya mulai bingung, tumben-tumbennya sampai ditelpon berkali-kali. Lalu handphone saya bergetar lagi, kali ini saya berhasil menangkatnya. Ter...

Tulisan Akhir Tahun

Wah ini udah mau 2013 ya? Serius? Kiamatnya dipending dulu ya. Itu artinya saya masih diberi kesempatan buat mewujudkan keinginan-keinginan yang belum tercapai. Biasanya posting akhir tahun itu identik sama flashback. Saya adalah salah satu orang yang seneng banget buat flashback, seburuk apapun masa lalu, bagi saya selalu ada tempat untuk diingat kembali suatu hari nanti. Saya yang hari ini bukan terbentuk dari 1 atau dua hari melainkan 22 tahun. Jadi ga ada salahnya toh mengingat kembali moment penting dalam hidup? 2012, dulu orang-orang heboh bahwa tahun ini akan terjadi kiamat. Saya sih percaya ga percaya. Sisi percaya itu yang membuat saya kayak lari dikejar anjing buat ngejar kata-kata LULUS KULIAH. Bayangin deh masa pas kiamat saya belum sempet ikutan acara wisuda yang membosankan itu? Buat apa dong saya cape-cape ngerjain laporan Psikodiagnostik sampe jereng, ngedengerin beberapa pengajar yang suka bingung sendiri akan apa yang disampaikannya, sampai baca-baca buku yang t...

Hidup Saat Ini

Wah sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Alasannya sederhana saja, tidak sempat. Lebih spesifiknya karena saat ini ehem saya sudah diterima di salah satu perusahaan pembiayaan terbesar di Indonesia. Kerja, hmm tidak bisa dibilang bekerja sih karena 10 bulan saya melakukan pendidikan dan belum tentu juga saya bisa lulus sampai akhir karena ada sistem eliminasi yang kejam. Dimana saya sekarang? Jakarta untuk sementara waktu. Saat ini saya harus terbiasa dengan pola hidup Monday to Friday or 8 to 5. Yang paling berubah adalah saya kini hidup mandiri dan jauh dari orangtua. Berat? Sangat berat, jujur kehidupan saat ini berkali-kali lipat tantangannya. Tapi seketika saya sadar hidup itu akan selalu penuh ujian, cobaan, masalah, dan yang pasti tantangan. Satu selesai akan datang yang berikutnya, bergantung pada diri sendiri apakah akan selamanya pada zona nyaman atau berani menuju zona baru. Kini saya berhadapan bukan dengan orang satu jurusan, bukan dengan orang yang pernah b...

Sublimotion, apa kabar?

Saya sempat kaget ketika ada info dari twitter yang mengumumkan bahwa salah satu film Sublimotion entah judul yang mana akan dikaji oleh salah seorang penulis dan seniman di Bandung. Acara ini diadakan dalam rangka ulang tahun jurusan saya tercinta, Psikologi UPI. Saya terkejut karena yang saya tau waktu itu ada segerombolan adik tingkat yang jujur saya tidak hapal wajah-wajahnya (hanya kenal beberapa saja) bertanya pada saya "Kang film Sublimotion boleh ditayangin ga?", saya sih sama sekali tidak merasa keberatan jika film garapan saya dan teman-teman Sublimotion 2008 tersebut ditayangkan atau diputar dimanapun. Malah suatu kehormatan jika ada yang mau kembali menayangkan film yang digarap sekitar 2 tahun yang lalu. Tapi bagaimana jika ternyata jadi salah satu bagian di acara puncak DIES jurusan? Jujur saya sangat kaget dan bertanya-tanya kok bisa. Saya pribadi tidak menyangka bahwa film kami diapresiasi sebegitunya oleh adik-adik tingkat kami sendiri.  Sublimotion seb...

Mabuk Cinta (1)

Mari berbicara mengenai suatu hubungan. Yap, belakangan saya geleng-geleng sendiri melihat beberapa orang yang saya kenal sedang berada di fase "mabuk cinta". Bukan "mabuk cinta" nya yang membuat saya geleng-geleng dan takjub, tapi prosesnya, yap prosesnya yang begitu cepat. Mungkin saya yang terlalu usil, mungkin juga memang mereka yang ingin diusili (?) dengan menampilkan foto-foto kemesraan atau tweet-tweet penuh RT yang mengumbar kisah hidup mereka. Saya sampai di titik bingung dengan proses komunikasi jaman sekarang dimana ada tweet semacam ini : @pacarkuyangcaem bangun dong! Seriously? Sejak kapan sebuah twitter bisa ngebangunin seseorang dari tidurnya. Ada yang lebih heran lagi, tweet-tweet semacam:  Kamu lagi apa @pacarkuyangcaem ?  kemudian di RT, Lagi nyuci motor cayang RT@pacarkuyanggila Kamu lagi apa @pacarkuyangcaem ? Bisa ditebakkan kelanjutannya seperti apa, akhirnya mereka berdua mengobrol lewat twitter dan menyalahgunakan fungsi RT it...