Langsung ke konten utama

Nama Baru

Di suatu pagi, saya terpikirkan tentang blog saya ini yang makin tidak terurus. Sejujurnya saya ingin terus menulis seluruh kisah hidup saya di blog ini tujuannya hanya untuk mengingat kejadian kejadian yang sayang untuk dilupakan. Sayangnya saya masih menyalahkan waktu yang terlalu sempit untuk menulis. Akhirnya pagi ini saya membuka lagi blogger.com di tengah-tengah waktu kosong menjelang ujian final project. Lalu niatan lama saya untuk mengubah alamat blog ini akhirnya saya wujudkan. Pada awalnya saya ragu, alamat blog saya sebelumnya saya-tau-saya.blogspot.com cukup bersejarah bagi saya. Dulu saya sampai berpikir seharian untuk menemukan nama yang tepat untuk alamat blog tersebut. Tercetuslah nama saya-tau-saya, dengan filosofi bahwa ini merupakan blog yang sungguh personal dimana bercerita tentang kehidupan saya dan yang berkaitan tentang saya. Pada akhirnya saya yang paling tau saya, maksudnya sih begitu. 

Alamat blog sebelum ini sudah cukup tersebar di blog teman-teman saya. Dipajang di list blog mereka, resikonya ketika saya mengubah alamat maka ketika ada yang meng-klik alamat blog saya yang lama akan muncul mungkin jadi "Page not found". Resiko besarnya adalah, blog saya jadi tidak ada lagi pembacanya. Tapi tekad saya tetap bulat untuk mengubah alamat blog ini. Tujuannya satu untuk re-branding blog ini menjadi lebih personal lagi yaitu dengan mencantumkan nama saya di blog. Selain itu seluruh nama saya di dunia maya ini jadi lebih seragam mulai dari facebook, twitter, instagram, path, bahkan blog. Lebih mudah jika mencari saya di google. Tentunya jika mengetahui nama saya. 

Harapannya dengan perombakan kecil disana dan disini, saya dengan sedikit bangga mempersembahkan alamat blog baru saya, yaitu agungmreza.blogspot. com. Semoga blog ini menjadi lebih enak dibaca dan sedikitnya menginspirasi bagi orang lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: I Know What You Did on Facebook

Trailer film ini begitu menggoda saya. Dan hal itu membuat saya ngebet pengen nonton film ini. Penasaran, sepertinya seru, ringan, dan menyentuh nilai-nilai realitas yang sedang terjadi kini. Saat saya ke bioskop ternyata film ini telah beredar. Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi yang beken lewat film Claudia/Jasmine. Film ini sukses menjadi angin segar ditengah film-film Indonesia yang saat ini sedang beredar seperti "Pocong Muter-muter" dan "Istri Tipuan". Tema film yang diangkatnya pun belum pernah ada yaitu Facebook. Saya salut dengan orang-orang yang nekat memproduksi film sejenis ini yang tampaknya sulit untuk laku. Film ini memang unik dan menyajikan unsur-unsur komedi yang bikin perut geli. Tapi unsur drama juga sangat kencang terasa. Namun saya merasa ada yang kurang dari film ini, apa ya sulit dijelaskan kurangnya greget yang saya rasakan setelah menontonnya. Secara sinematografi film tidak ada yang special. Film ini bercerita tentang seorang perempuan...

8 Hari Jelang Premiere

Ternyata saya mengalami ketakutan luar biasa jelang premiere. Takut kalau filmnya malah dihujat orang, takut kalau dengar selentingan "Ih filmnya ga banget deh". Takut juga denger "Duh Sutradaranya payah nih". Dan komentar-komentar lainnya yang bisa menyayat hati. Sumpah. Ini baru pertama kalinya film pendek yang saya sutradarai di putar secara umum. Dan ternyata rasanya lebih fantastis. saya malah jadi takut jangan-jangan tidak ada yang mau nonton film "Senja" lagi. Wajarkan ya kalau sutradara amatir semacam saya mengalami kegugupan ini? Mudah-mudahan saja semua berjalan lancar. Acaranya banyak yang datang dan tidak mengecewakan. Amien

Review: The Deathly Hallows part 1, The Best Harry Potter's film ever!

Lagi! Ya mungkin lagi-lagi review film Harry Potter and The Deathly Hallows bertambah lagi. Meskipun sudah banyak yang menulis reviewnya, tapi saya tidak tahan untuk ikut berkomentar kegirangan setelah menonton film ini. Yeah I love this film so much! Awalnya saya tidak mau berekspektasi terlalu tinggi dengan HP7 part 1 ini, karena kekecewaan saya pada HP6. Meskipun banyak kritikus film di luar sana yang menanggap HP6 adalah seri Potter terbaik, tapi saya tidak merasakan suasana dan cerita Potter yang sesungguhnya di HP6. Apalagi ketika mengetahui bahwa sutradaranya masih David Yates. Namun setelah menonton film HP7 part 1, saya langsung berkata dalam hati "Yeah Mas David sudah mengembalikan Harry Potter ke jalur sebenarnya!". Penuh sihir, gelap, dan menyenangkan. Film ini sudah menarik dari menit pertama hingga menit terakhir. Alur ceritanya lengkap, tidak ada perasaan aneh ketika perpindahan scene, tidak merasa ada bagian-bagian yang hilang, film ini terasa begitu utu...