Langsung ke konten utama

Postingan

Saling Tehubungnya Kita: Internet

Internet . Beberapa tahun kebelakang ini internet semakin populer. Jika kita ingat sekitar 5-7 tahun yang lalu, mungkin internet masih jadi kebutuhan segelintir orang saja. Pemahaman akan internet hanya sebatas email (yang di Indonesia dulu masih jararang digunakan) dan chatting. Sehingga membuat banyak orang tidak terlalu menganggap bahwa internet merupakan sebuah kebutuhan penting. Saya merupakan salah satu pengguna internet semenjak kelas 5 SD. Dulu saya sungguh takjub dengan internet dimana saya bisa mengetahui banyak hal (kini lebih banyak lagi seiring dengan semakin banyaknya portal-portal berita dan sejenisnya). Dimana saya juga bisa berperan sebagai seorang yang berusia 17 tahun saat chatting dengan orang lain (saat itu umur saya masih 11 tahun). Dan dimana saya bisa mengakses  porn untuk pertama kalinya (saya yakin banyak yg punya pengalaman sama). Saat menginjak SMP saya semakin keranjingan yang namanya internet, tarif 4000-5000 rupiah per jam pun tak lagi jadi pertimb...

After The Party

Apa yang terjadi setelah "The Big Party" usai? Ini yang saya coba ceritakan. Party disini saya maksudkan kepada sebuah moment sidang. Sebuah moment yang katanya adalah salah satu moment besar dalam hidup. Dimana kita mengakhiri masa pendidikan tinggi. Dulu rasanya sidang adalah suatu hal yang besar sekali, besar memang tapi ternyata tidak sebesar itu. Dulu sebelum sidang saya membayangkan hal yang sungguh berat. Tapi dari orang-orang yang sudah sidang berkata "Sidang cuma fase yang harus dilewati aja kok, kalau udah ga akan begitu gimana, gimana, lega dikit".  Awalnya saya tidak setuju bahkan setelah sidang terlewati, karena saat sidang saya mengalami tekanan-tekanan dan berbagai "ujian". Bahkan saat sidang saya juga mengalami saat dimana saya benar-benar blank. Setelah terlewati, memang agak lega dan rasanya saya ingin protes kepada orang-orang yang dengan santai berkomentar tentang sidang.  Sekarang? Saya ingin mengatakan setuju dengan perny...

Catatan Akhir Perjalanan

Dan inilah akhirnya. Hampir 4 tahun akhirnya saya sampai di sebuah babak final dimana setelah babak itu berakhir saya resmi mencopot status saya sebagai mahasiswa. Tidak seperti SMA, SMP, bahkan SD dimana murid-murid masuk pada hari yang sama dan lulus pada hari yang sama.  Saat berkuliah (S1) mahasiswa-mahasiswanya memang masuk pada hari yang sama namun berakhir di waktu yang berbeda-beda. Semua sudah tumbuh dengan dewasa dengan memilih jalan yang dipilih oleh masing-masingnya. Tidaklah terlalu penting siapa yang cepat siapa yang lama karena semua memiliki rencana masing-masing. Begitupun dengan saya,  saya punya rencana mengapa saya begitu ngototnya untuk lulus sebelum angka 4 tahun ini bergaung. Saat pertama kali masuk yaitu September 2008, saya punya cita-cita atau mungkin bisa disebut dengan komitmen pada diri sendiri. Saya ingin dapat menyelesaikan studi ini kurang dari 4 tahun atau maksimal 4 tahun saja. Kala itu beberapa teman SMA saya agak ragu dengan cita-cita ...

Penantian

Berbulan-bulan mungkin berselang. Hingga akhirnya saya menemukan situasi dimana saya harus menulis lagi. Sampai-sampai tampilan blogger telah berganti, dan jujur saya kebingungan dengan apa yang terjadi. Tapi sudahlah semua hal bisa berganti, berubah, bahkan hilang. Namun bukan perubahan blogger yang membuat saya kembali menulis disaat ini. Alasan saya harus menulis adalah, para pembaca blog ini. Saya benar-benar terkejut dengan para pembaca blog ini yang mungkin jumlahnya tidak banyak tapi kalian mencoba meresapi setiap tulisan yang saya buat. Dan saya rasa kalian semua paham betul akan perubahan-perubahan yang terjadi di blog ini terutama dari segi penulisan. Terima kasih pada blogger yang berhasil membuka mata saya dengan tampilan barunya. Tampilan baru yang membuat saya tidak sengaja meng-klik sebuah button comment dan munculah komentar-komentar terakhir yang hinggap di blog ini. Yang membuat saya terkejut adalah kebanyakan dari pembaca artikel demi artikel di blog ini, menem...

2011, Berakhir Sudah.

Ini mungkin jadi tulisan penutup di blog ini pada tahun 2011. Jika biasanya saya membuat chart film-film terbaik sepanjang tahun, untuk tahun ini tidak. Penyebabnya adalah, sempatnya film-film menghilang dari bioskop dan saat muncul lagi, yang beredar hampir semuanya yang sangat komersil. Karena kurang lengkapnya film yang saya tonton tahun ini akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengurutkan film-film yang paling baik seperti biasanya. Posting akhir tahun ini tidak seperti biasanya karena tahun ini memang tidak biasa. Luar biasa. Tahun ini merupakan tahun perubahan. Sebenarnya saya tidak tau persis apa yang berubah, lucu memang, lantas kenapa saya bisa bilang berubah? Tahun ini saya merasa "baru". Itu saja, meskipun tidak tau apa yang baru. Masih banyak rencana-rencana dan harapan yang belum terwujud di tahun ini. Tapi saya sangat bersyukur akan segala sesuatu yang dialami tahun ini, kesedihan dan kebahagian, keduanya bersinergi menjadikan saya sebagai sosok yang mampu menya...

Besok adalah Desember.

Desember, gila ya nyebut bulan yang satu ini suka bikin saya deg-degan bukan main. Bulan terakhir di tahun ini, yang artinya bulan depan udah 2012! Kenapa deg-degan? Alasannya sederhana, yaitu sederet pertanyaan yang biasanya bikin saya merenung di kamar sambil garuk-garuk kepala dan diakhiri dengan kalimat "I have no idea!!!!" Lo ngapain aja Gung setahun ini? Udah ada manfaatnya belum hidup Lo buat orang lain? Pencapaian apa yang udah Lo dapet tahun ini? Coba cek deh plan lo tahun ini, kewujud ga atau cuman jadi sampah kata-kata? Skripsi Lo? Kerja? Cinta? dan kembali lagi di pertanyaan awal. Lo ngapain aja Gung setahun ini? Secara perlahan dan sedikit memaksakan, otak saya langsung menghadirkan kembali apa-apa yang sudah terlewati setahun ini. Yang akhirnya bikin saya sakit kepala sendiri dan geleng-geleng kepala. Dan ternyata tahun 2011 udah bersisa satu bulan lagi aja. Masih sulit untuk dipercaya bahwa banyak rencana yang batal/ditunda/gagal di tahun ini. Lalu apa yang aka...

Mama dan Google

Ya, Google harus bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada Ibu saya. Beliau kesengsem sama yang namanya Google. Dia sangat takjub dengan Google dan belum habis pikir akan apa yang sebenarnya Google lakukan pada hidupnya. Yap kejatuhcintaannya pada Google berawal dari keinginan (lagi) membeli BB. Setelah 2 tahun yang lalu sempat membeli dan tidak bisa mengoperasikannya, kini beliau akhirnya memutuskan untuk membeli lagi, dengan alasan permintaan rekan-rekan dan langganan beliau yang terus menerus bertanya "Pin-nya berapa?" Sebuah BB sudah ditangan, dengan pembesaran ukuran font sebesar 14 BB siap diutak-atik. Kini beliau tidak pantang menyerah seperti ketika pertama membeli dulu. Dan aplikasi BBM pun sudah lancar digunakan. Namun kegembiraan tidak berhenti sampai disitu. Sampai beliau menemukan Google. Mama saya mencoba mengetik beberapa kata dan seketika muncul hal-hal yang ingin beliau ketahui. Beliau terheran-heran "Kok bisa?". Lalu beliau mengetik lagi, d...