Langsung ke konten utama

Postingan

Penantian

Berbulan-bulan mungkin berselang. Hingga akhirnya saya menemukan situasi dimana saya harus menulis lagi. Sampai-sampai tampilan blogger telah berganti, dan jujur saya kebingungan dengan apa yang terjadi. Tapi sudahlah semua hal bisa berganti, berubah, bahkan hilang. Namun bukan perubahan blogger yang membuat saya kembali menulis disaat ini. Alasan saya harus menulis adalah, para pembaca blog ini. Saya benar-benar terkejut dengan para pembaca blog ini yang mungkin jumlahnya tidak banyak tapi kalian mencoba meresapi setiap tulisan yang saya buat. Dan saya rasa kalian semua paham betul akan perubahan-perubahan yang terjadi di blog ini terutama dari segi penulisan. Terima kasih pada blogger yang berhasil membuka mata saya dengan tampilan barunya. Tampilan baru yang membuat saya tidak sengaja meng-klik sebuah button comment dan munculah komentar-komentar terakhir yang hinggap di blog ini. Yang membuat saya terkejut adalah kebanyakan dari pembaca artikel demi artikel di blog ini, menem...

2011, Berakhir Sudah.

Ini mungkin jadi tulisan penutup di blog ini pada tahun 2011. Jika biasanya saya membuat chart film-film terbaik sepanjang tahun, untuk tahun ini tidak. Penyebabnya adalah, sempatnya film-film menghilang dari bioskop dan saat muncul lagi, yang beredar hampir semuanya yang sangat komersil. Karena kurang lengkapnya film yang saya tonton tahun ini akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengurutkan film-film yang paling baik seperti biasanya. Posting akhir tahun ini tidak seperti biasanya karena tahun ini memang tidak biasa. Luar biasa. Tahun ini merupakan tahun perubahan. Sebenarnya saya tidak tau persis apa yang berubah, lucu memang, lantas kenapa saya bisa bilang berubah? Tahun ini saya merasa "baru". Itu saja, meskipun tidak tau apa yang baru. Masih banyak rencana-rencana dan harapan yang belum terwujud di tahun ini. Tapi saya sangat bersyukur akan segala sesuatu yang dialami tahun ini, kesedihan dan kebahagian, keduanya bersinergi menjadikan saya sebagai sosok yang mampu menya...

Besok adalah Desember.

Desember, gila ya nyebut bulan yang satu ini suka bikin saya deg-degan bukan main. Bulan terakhir di tahun ini, yang artinya bulan depan udah 2012! Kenapa deg-degan? Alasannya sederhana, yaitu sederet pertanyaan yang biasanya bikin saya merenung di kamar sambil garuk-garuk kepala dan diakhiri dengan kalimat "I have no idea!!!!" Lo ngapain aja Gung setahun ini? Udah ada manfaatnya belum hidup Lo buat orang lain? Pencapaian apa yang udah Lo dapet tahun ini? Coba cek deh plan lo tahun ini, kewujud ga atau cuman jadi sampah kata-kata? Skripsi Lo? Kerja? Cinta? dan kembali lagi di pertanyaan awal. Lo ngapain aja Gung setahun ini? Secara perlahan dan sedikit memaksakan, otak saya langsung menghadirkan kembali apa-apa yang sudah terlewati setahun ini. Yang akhirnya bikin saya sakit kepala sendiri dan geleng-geleng kepala. Dan ternyata tahun 2011 udah bersisa satu bulan lagi aja. Masih sulit untuk dipercaya bahwa banyak rencana yang batal/ditunda/gagal di tahun ini. Lalu apa yang aka...

Mama dan Google

Ya, Google harus bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada Ibu saya. Beliau kesengsem sama yang namanya Google. Dia sangat takjub dengan Google dan belum habis pikir akan apa yang sebenarnya Google lakukan pada hidupnya. Yap kejatuhcintaannya pada Google berawal dari keinginan (lagi) membeli BB. Setelah 2 tahun yang lalu sempat membeli dan tidak bisa mengoperasikannya, kini beliau akhirnya memutuskan untuk membeli lagi, dengan alasan permintaan rekan-rekan dan langganan beliau yang terus menerus bertanya "Pin-nya berapa?" Sebuah BB sudah ditangan, dengan pembesaran ukuran font sebesar 14 BB siap diutak-atik. Kini beliau tidak pantang menyerah seperti ketika pertama membeli dulu. Dan aplikasi BBM pun sudah lancar digunakan. Namun kegembiraan tidak berhenti sampai disitu. Sampai beliau menemukan Google. Mama saya mencoba mengetik beberapa kata dan seketika muncul hal-hal yang ingin beliau ketahui. Beliau terheran-heran "Kok bisa?". Lalu beliau mengetik lagi, d...

Batas

Sering, ketika Kamu menatap lurus kedepan, yang Kamu tatap hanya sebauh garis lurus. Ketika itu Aku berusaha menelusuri garis yang Kamu pandangi itu. Garis berisi luapan kegundahan yang Kamu simpan rapat-rapat bersamaku di dalamnya. Aku mengerti, kenapa Kamu begitu pesimisnya untuk menentang perbatasan itu. Kamu pun sudah cukup banyak memberikan penjelasan. Aku paham, tapi belum juga bisa menerimanya. Sulit. Pada akhirnya kita akan bertemu pada sebuah titik. Dimana kita hanya bisa berpandangan. Kita bisa saling mengamati satu sama lain. Namun tak satupun dari kita boleh melewati titik itu untuk saling bersentuhan, atau saling berujar. Meskipun Kamu menangis atau Aku yang menangis, tak ada yang bisa kita perbuat untuk mengobati kegundahan ini. Terlalu lama.

9-10-11

"Kata orang hari ini tanggal cantik" "Cantik?" "Iya seolah-olah berurutan" "Oh begitu ya, tapi Aku merasa biasa saja" Begi menunduk sambil berpikir apalagi yang harus ia utarakan agar perempuan di hadapannya itu bisa merasa antusias hari ini. Begi mengetuk-ngetukan jari-jarinya ke meja. Si perempuan masih juga terlihat acuh tak acuh dengan sikap Begi. "Berapa tahun ya kita sudah saling mengenal?" tanya Begi ragu. Si perempuan memandang mata Begi dengan tatapan yang mengintimidasi seolah Begi siap diterkam sewaktu-waktu, "Aku tidak ingat, memang kenapa?". Begi menggaruk-garuk dahinya. "Rasanya sudah hampir satu tahun ya?". "Satu tahun, wow, lama juga ya Aku berada dalam siklus yang tidak berujung seperti ini" "Maksud kamu?" "Sudah setahun kita melewati berbagai tanggal yang kamu bilang cantik, tapi tetap Aku belum juga paham apa tujuan Kamu membawa Aku ke tempat-tempat yang aneh!" "...

Apapun itu.

Okey, entah saya harus mulai darimana. Ya ini mungkin sekedar tulisan untuk sedikit memperjelas apa yang saya pikirkan, karena saya bukan orang yang terlalu baik untuk "mempresentasikan" cerita hidup saya sendiri. Untuk yang benar-benar sudah mengenal saya, mungkin tidak akan merasa aneh dengan kebiasaan saya yang kurang begitu tertarik untuk menceritakan beberapa hal dalam hidup saya, yaitu masalah keluarga dan asmara. 2 hal itu adalah topik yang paling tidak mau saya bahas. Untuk masalah keluarga saya merasa tidak semua orang harus tau apa yang terjadi dalam keluarga sendiri, meskipun itu teman terdekat kita. Saya memang kadang bercerita mengenai masalah keluarga tapi dengan frekuensi yang kecil dan pada beberapa orang yang saya anggap "layak" menelan cerita saya. Asmara? Saya selalu menganggap bahwa kisah asmara adalah hal yang paling tidak penting untuk saya ceritakan, karena masalah perasaan bagi saya bukan hal yang untuk dibagi-bagi semuanya, kalaupun saya ak...