Langsung ke konten utama

Postingan

Batas

Sering, ketika Kamu menatap lurus kedepan, yang Kamu tatap hanya sebauh garis lurus. Ketika itu Aku berusaha menelusuri garis yang Kamu pandangi itu. Garis berisi luapan kegundahan yang Kamu simpan rapat-rapat bersamaku di dalamnya. Aku mengerti, kenapa Kamu begitu pesimisnya untuk menentang perbatasan itu. Kamu pun sudah cukup banyak memberikan penjelasan. Aku paham, tapi belum juga bisa menerimanya. Sulit. Pada akhirnya kita akan bertemu pada sebuah titik. Dimana kita hanya bisa berpandangan. Kita bisa saling mengamati satu sama lain. Namun tak satupun dari kita boleh melewati titik itu untuk saling bersentuhan, atau saling berujar. Meskipun Kamu menangis atau Aku yang menangis, tak ada yang bisa kita perbuat untuk mengobati kegundahan ini. Terlalu lama.

9-10-11

"Kata orang hari ini tanggal cantik" "Cantik?" "Iya seolah-olah berurutan" "Oh begitu ya, tapi Aku merasa biasa saja" Begi menunduk sambil berpikir apalagi yang harus ia utarakan agar perempuan di hadapannya itu bisa merasa antusias hari ini. Begi mengetuk-ngetukan jari-jarinya ke meja. Si perempuan masih juga terlihat acuh tak acuh dengan sikap Begi. "Berapa tahun ya kita sudah saling mengenal?" tanya Begi ragu. Si perempuan memandang mata Begi dengan tatapan yang mengintimidasi seolah Begi siap diterkam sewaktu-waktu, "Aku tidak ingat, memang kenapa?". Begi menggaruk-garuk dahinya. "Rasanya sudah hampir satu tahun ya?". "Satu tahun, wow, lama juga ya Aku berada dalam siklus yang tidak berujung seperti ini" "Maksud kamu?" "Sudah setahun kita melewati berbagai tanggal yang kamu bilang cantik, tapi tetap Aku belum juga paham apa tujuan Kamu membawa Aku ke tempat-tempat yang aneh!" "...

Apapun itu.

Okey, entah saya harus mulai darimana. Ya ini mungkin sekedar tulisan untuk sedikit memperjelas apa yang saya pikirkan, karena saya bukan orang yang terlalu baik untuk "mempresentasikan" cerita hidup saya sendiri. Untuk yang benar-benar sudah mengenal saya, mungkin tidak akan merasa aneh dengan kebiasaan saya yang kurang begitu tertarik untuk menceritakan beberapa hal dalam hidup saya, yaitu masalah keluarga dan asmara. 2 hal itu adalah topik yang paling tidak mau saya bahas. Untuk masalah keluarga saya merasa tidak semua orang harus tau apa yang terjadi dalam keluarga sendiri, meskipun itu teman terdekat kita. Saya memang kadang bercerita mengenai masalah keluarga tapi dengan frekuensi yang kecil dan pada beberapa orang yang saya anggap "layak" menelan cerita saya. Asmara? Saya selalu menganggap bahwa kisah asmara adalah hal yang paling tidak penting untuk saya ceritakan, karena masalah perasaan bagi saya bukan hal yang untuk dibagi-bagi semuanya, kalaupun saya ak...

SEPTEMBER

Sudah lama rasanya tidak menuangkan sesuatu di blog ini, rasanya saya seperti seorang ayah yang tidak bertanggung jawab pada anaknya yang sudah semakin bertambah besar. Bukan karena tidak ada lagi yang ingin saya ceritakan, tapi semata-mata hanya kemalasan luar biasa yang melanda saya dalam hal tulis menulis. Saya pun tidak bertanggung jawab dalam bercerita mengenai KKN, cerita KKN yang saya tulis tidak berakhir sampai tuntas, padahal banyak yang ingin saya bagi meskipun KKN saya sepertinya tidak seseru KKN teman-teman saya yang lain, tapi tetap membawa segudang cerita dan banyak pelajaran. Ya pada akhirnya lewat posting ini saya nyatakan KKN telah berakhir sejak 20 Agustus lalu. Apa yang terjadi di bulan September ini, biasanya bulan September diidentikan dengan 2 hal, yaitu bulan yang benar- benar membuat galau sampai berguling-guling di kasur atau bulan yang benar-benar penuh keceriaan. Saya sepertinya berada di golongan yang berada ditengah-tengah, sendu ada bahagia juga ada, eh bu...

Review: Harry Potter vs Transformers

Kedua film diatas sedang booming-boomingnya di negara kita tercinta ini. Kehadirannya pun sangat dinantitkan karena masuknya dua buah film Hollywood ini ke Indonesia hingga kini masih dianggap kontroversi. Lupakan tentang sang mentri yang merasa jadi pahlawan atau bagaimana film ini masuk. Yang jelas film ini sekarang sudah bisa dinikmati dengan mudah tanpa perlu ke negara tetangga. Lalu sepadankah "perjuangan" pemerintah dengan kualitas kedua film ini? Harry Potter and The Deathly Hallows Part B, dari judulnya yang cukup panjang ini jadi film pertama yang diedarkan di Indonesia. Jujur saja saya sangat menantikan kehadiran film ini dan sempat kecewa ketika muncul berita bahwa film ini tidak akan beredar di Indonesia. Dan saat film ini ternyata jadi keluar saya langsung buru-buru ngibrit di sela-sela KKN. Secara keseluruhan saya anggap part A lebih seru! Entah kenapa saya merasa part B ini berasa kurang greget. Pada part A saya tidak mau berharap banyak tapi ternyat...

Hari Ke-11. KKN.

Bagaimana KKN? Sejauh ini saya kebingungan dengn konsep KKN ini. Sepertinya itu terjadi di kelompok saya saja. Entah desa tempat saya tinggal terlalu baik tapi yang jelas kelompok saya tidak terlalu dipekerjakan. Enak sih, tapi alhasil jadi minim kegiatan. Kerjaan saya hanya tidur, makan, melamum, mengobrol sebentar, lalu melamun lagi. Percayalah, tidak melakukan apa-apa lebih rentan terkena stress dibandingkan dengan banyak kegiatan (tidak bersumber dari teori namun dari pengalaman hidup). Saat ini saya suka uring-uringan sendiri, sensitif sekali, dan emosi ini terasa fluktuatif. Disimpulkan = Moody Parah! Kalau membaca timeline teman-teman di twitter, mereka seperti padat kegiatan. Agak sirik sih, jadinya saya malah ingin sering pulang. Aih ditambah dosen pembimbing saya agak rajin untuk mengecek anak-anaknya apakah masih bertahan di desa ini. Sebenarnya bukan tidak ada cerita menarik disini. Jujur banyak cerita cerita menarik yang saya dapatkan selama disini. Mengenal 9 orang yang b...

KKN: 3rd days.

Ini adalah hari ke tiga di lokasi KKN. Dan ini adalah posting pertama saya mengenai KKN. Bagaimana ceritanya? Saya belum bisa buru-buru menyimpulkan bahwa KKN saya menyedihkan, menyenangkan atau biasa saja. Masih terlalu awal, tapi yang saat ini sangat terasa adalah bosan. Bosan karena tidak jelas apa yang harus dilakukan. Saya rasa mata kuliah KKN ini harus dikaji ulang mengenai efisiensi waktu. Karena untuk mengabdi atau kasarnya menolong masyarakat rasanya tidak perlu sampai 40 hari. Banyak kakak-kakak tingkat saya yang mengatakan bahwa KKN itu menyenangkan tidak sedikit yang mengatakan sudah ingin pulang sejak seminggu pertama. Saya golongan yang kedua yang ingin buru-buru pulang ke Bandung. Saya memang bukan orang yang mudah berbaur dengan orang yang baru saya kenal. Maksudnya bukan saya tidak bisa berbaur, mungkin teman-teman KKN saya menganggap bahwa saya terlihah tidak mengalami kesulitan dalam bergaul. Tapi hati tidak bisa bohong bung! Saya adalah orang yang sering terma...