Langsung ke konten utama

Postingan

Pentopel, PD, wolverine, dengan 20 Km/jam

wow, kemaren hari yang cukup melelahkan, gimana ga, PD (Psikodiagnostik), gue sama kelompok gue, yang dengan sangat beruntungnya kebagian tampil pertama dalam role play PD, harus tampil dengan kostum yang sangat formal dan rapih, ditambah, presentasi kepribadian. Lenhkap. Awalnya gue masih nyante aja mau praktek PD, kostum siap, diktat siap, ya tinggal tidur yang cukup biar seger pas tampil, dan sebelum tidur, dapet SMS, yang menusuk mata pas bacanya, pas tampil ga boleh baca, harus dihapalin.... HAH? HA? What the.... bengong gue, sambil masih nanya-nanya ke temen yang lain, hari udah malem, dengan posisi yang udah mantep banget buat tidur, gue harus bangun dari kasur sambil nyari-nyari diktat, pas baca satu dua kalimat, ngantuk ga tertahan, TIDUR. Gue bangun jam 4 subuh, siap-siapin semuanya, dan niat berangkat dari rumah, jam 5.45, soalnya ada janji nge-edit bahan presentasi, sebelum berangkat gue sempetin baca diktat, dikit-dikit, dan respon orang rumah, cuma senyum-senyum geli ngel...

komitmen, apa pula itu?

Jelang beberapa hari lagi kakak gue nikah. Terlihat kakak gue semakin cemas, gampang marah, dan segala dipikirin. Tapi gue liat kok kalo capenya, pusingnya, stressnya itu, sambil bahagia. Ya bukan mau sok tau nih, tapi keliatan dia nunggu banget hari itu, hari pernikahan yang telah ia tunggu sekian lama. Salut gue buat 2 kakak gue yang siap menikah. Kenapa salaut? Sampe sekarang gue ga kebayang, gue nanti bakalan nikah atau engga, gimana kalo gue ga nemu-nemu isrti, gimana kalo gue ngerasa ga cocok terus sama orang lain, dan pertanyaan-pertanyaan gimana lainnya. Mungkin adek gue bisa dibilang lebih jago lah dalam urusan ngambil hati perempuan, buktinya jelas, di umur yang sekarang dia udah punya pacar. Tapi gue? Belum apa-apa udah ciut, mikir yang aneh-aneh, komitmen, hal yang mengerikan buat gue, kalau dibilang Cuma gara-gara kejadian diputusin doang trus digantung cukup lama, kayaknya bukan itu yang bikin gue menjadi takut dengan kata sakti itu. Factor orangtua? Gue belum berani bany...

Sweeney Todd

[cuma komentar] Sebenernya ini bukan film baru, tapi ya kebetulan baru nonton, atas rekomendasi temen, katanya sih rame. Dan, bener aja, gue jatuh cinta ama film ini. Perlu diingat ini adalah film musical, dari dulu bayangan gue, film musical pasti drama cinta, atau remaja-remaja yang lagi kerajingan nyanyi sama jogged-joged. Dan kalo boleh jujur, gue Cuma suka satu film musical, Sounds of Music, film legendaries, yang bikin gue suka sama film ini, adalah lagu-lagunya, dari segi cerita sih ga terlalu special, tapi buat ukuran jaman dulu, bagus banget lah, mana gue nonton itu jaman SD, jadi ya serasa masuk ke dalam film itu. Cukup tentang Sounds of Music, balik ke Sweeney Todd. Film ini berhasil membius mata gue dari awal sampe akhir, meskipun awalnya {menit awal banget}, Todd (Johny Depp) udah mulai nyanyi, gue baru tau ini flm musical setelah beberapa menit film ini mulai, sempet males, tapi ya karena terkesima sama gambar yang bagus dan setting London yang sangat gelap, bikin gue tet...

Yellow, mellow, and slow

ont-size:100%;" >yellow , apa arti warna itu buat kalian? Gue kurang begitu suka kuning, katanya sih kuning itu cerah, ceria, tapi lain cerita kalo langit yang berwarna kuning, gue sangat cinta sama kondisi langit yang sangat kuning. Yang pasti warna kuning gue ga suka, tapi langit yang berwarna kuning gue suka. Tapi kalo dibilang gue ga suka warna kuning, gue suka kok sama warna kuning yang ada di lampu lalu lintas [lampu merah], dalam lampu itu ada 3 warna, merah-kuning-hijau, tapi kenapa kuning jarang diperhatiin? Yang dipentingin Cuma merah atau ijo, padahal kalo dilihat dari artinya, warna kuning punya arti yang paling bijak diantara 2 warna lainnya. Hati-hati merah bakalan dat a ng, hati-hati ijo bakal a n muncul. Tapi kuning jarang dihiraukan, kehadirannya jarang digubris. Kasian nasib kuning yang begitu mellow, dipikir-pikir, dia memiliki fungsi yang besar, tapi orang-orang yang melewatinya jarang yang sadar akan keberadaanya. Mungkin kurang adil kali ya, bayangin l...

sesungguhnya saya manusia

Air lagi, datang menghempas sebuah bayangan tak bernyawa. Tanpa terlontar sedikitpun izin yang membosankan, saya tetap terpana melihat bayangan itu. Ternyata, bayangan itu dilengkapi tulang yang kuat menjadi pelindungnya. Tulang itu seperti ingin memakan saya bulat-bulat. Menjijikan. Bayangan itu tidak cukup indah memang. Ditambah hal-hal yang membuat saya ingin muntah berulang, tanpa henti. Mendadak, sebuah cairan segar menyelimuti bersihnya tulang itu, mungkin itu lah yang disebut darah. Iya, darah itu membuat seakan tulang yang begitu kokoh menjadi kelihatan seperti pecundang. Darah, mata saya terbelalak melihatnya, semakin jijikm, semakin lama tidak seperti bayangan lagi. Mual. Tidak sedikitpun mata perut saya akan benda itu, demi melihat apa lagi yang ia punya. Ternyata darah itu mulai menyusun memenuhi seluruh bagian dari bayangan itu, yang asalanya hampa, menjadi penuh sesak. Hebat sekali darah itu. Saya terpukau karenanya. Sampai saya sadari, ternyata bayangan itu a...

Rumput tetangga..?

Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau daripada rumput sendiri, dulu gue sempet ga menyangka kalo peribahasa jadul itu emang benar-benar bisa terjadi dalam hidup gue. Siapapun orang yang membuat peribahasa itu pastinya pernah menglami kejadian itu. And now, it’s my turn. Aslinya kebingungan besar melanda gue, Cuma lewat ini gue bisa bercerita, ke orang lain, mungkin dianggap sepele, tapi engga bagi gue. Teman, bukan mau membesar-besarkan masalah, sebenarnya masalah ini sudah lama muncul dan selama ini coba untuk ditahan. Tapi tanggul yang gue buat juga bisa jebol kan? Konstruksi yang ga kuat, bikin sekarang tanggul ini jebol, sejebol-jebolnya. Pengen lari rasanya, kalau ga ngeliat status, bukan benci, tapi, sangat bertolak belakang, entah, apa yang membuatnya seperti itu. Hitam memang lebih mudah terlihat dari pada putih, itu kalau memang berada di putih, itulah yang terjadi, pemahaman tentang putih kejauhan, tidak melihat putih yang disekitar, malah melirik putih yang...

perubahan, siap?

Ternyata perubahan memang selalu terjadi, mau atau ga mau, suka atau ga suka, siap atau ga siap, bagus atau jelek. Kita sebisa mungkin harus bisa menerima apapun yang mungkin bisa berubah kelak. Jauh bisa jadi dekat, dekat bisa jadi jauh, buruk bisa jadi baik, danbaik bisa jadi buruk. Namun sayangnya, banyak dari kita, yang hanya bisa menerima perubahan yang baik, begitupun gue, siapa sih di dunia ini yang mau berubah jadi lebih ancur daripada sebelumnya [kalo ada, lapor ke gue], gue lebih siap nerima perubahan yang baik daripada yang jelek, gue ga pernah siapa akan sebuah perubahan, selalu dilanda kecemasan akan perubahan. Padahal, apa yang gue takutin ya? Kemarin, gue berangkat rada siang, niatnya hari itu mau nyari baju trus foto kaka gue yang mau nikah tanggal 3 Mei nanti, tapi ternyata ga jadi, ya udah gue bernagkat jam sepuluhan, dengan cuaca yang gileee, panas bener, Hari ini rencananya ada musyawarah program kerja, dan denger embel-embel wajib, ya tetep ikut. Ga ada yang s...