Langsung ke konten utama

Sweeney Todd

[cuma komentar]

Sebenernya ini bukan film baru, tapi ya kebetulan baru nonton, atas rekomendasi temen, katanya sih rame. Dan, bener aja, gue jatuh cinta ama film ini. Perlu diingat ini adalah film musical, dari dulu bayangan gue, film musical pasti drama cinta, atau remaja-remaja yang lagi kerajingan nyanyi sama jogged-joged. Dan kalo boleh jujur, gue Cuma suka satu film musical, Sounds of Music, film legendaries, yang bikin gue suka sama film ini, adalah lagu-lagunya, dari segi cerita sih ga terlalu special, tapi buat ukuran jaman dulu, bagus banget lah, mana gue nonton itu jaman SD, jadi ya serasa masuk ke dalam film itu. Cukup tentang Sounds of Music, balik ke Sweeney Todd. Film ini berhasil membius mata gue dari awal sampe akhir, meskipun awalnya {menit awal banget}, Todd (Johny Depp) udah mulai nyanyi, gue baru tau ini flm musical setelah beberapa menit film ini mulai, sempet males, tapi ya karena terkesima sama gambar yang bagus dan setting London yang sangat gelap, bikin gue tetep bertahan sama film ini. Dan setelah beberapa menit kemudia lagi, gue baru bener-bener bisa nikmatin film ini, meskipun banyak nyanyi, tapi lagunya, enak didengar, klasik lah. Film ini banyak memunculkan efek darah yang benar-benar merah, begitu segar. Dan film garapan Tim Burton ini, punya alur cerita yang ga terlalu cepet ga terlalu lambat. Kalo dari acting pemain, yagh boleh dibilang kedua pemeran utama, dapat menjiwai karakter tokoh di film ini dengan baik. Keseluruhan, recommended lah!


[sinopsis, tinggal cari sendiri,hehe]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Psikolog Tidak Semudah yang Anda Kira.

Mungkin masih banyak yang menganggap remeh profesi psikolog. Atau juga masih banyak yang menganggap psikolog itu hanya sebatas pembaca kepribadian manusia. Seseorang yang kuliah di bidang Psikologi relative banyak menerima pernyataan dan permintaan “Baca Aku dong?” atau “Tebak aku kayak gimana?”, lagi-lagi kalau dapat respon seperti saya Cuma nyengir. Semester-semester sebelumnya saya masih menganggap bahwa buat belajar psikologi ya tinggal baca buku, karena pengaruh dosen tidak terlalu signifikan. Saya ingat seorang teman SMA saya yang sempat berapi-api ingin masuk Psikologi tiba-tiba berubah pikiran dengan alas an “ Ah belajar psikologi mah bias otodidak, tinggal baca”. Kali ini saya sangat tidak setuju dengan pernyataan sang teman SMA. Belajar Psikologi bukan hanya mengetahui seseorang ekstrovert atau introvert. Atau sekedar main-mainan tebak kepribadian. Menjadi Psikolog atau setidaknya sarjana Psikologi tidak sesederhana itu. Setelah 4 semester terlewat saya pun baru tersadar...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...