Langsung ke konten utama

Postingan

dinamis kok beneran

Kemaren malem, gue abis chat ama temen SMA gue yang belakangan “sibuk”, pengen dicariin cewe, dan ternyata gue dapetin sebuah nomer sakti, dan obrolan yang asalnya ngomongin itu nomer jadi melenceng kemana-mana, (bahasanya agak diperhalus dan melewati proses sensor, yang bersifat sangat privacy ga dimunculin) GM: gimana gunk, cara nge-sama cewe, gue udah lupa pertamanya? Gunk: gue magh bukan ahlinya sms cewe..hahaha, gini aja, “Ini “XXX” ya, salam kenal” GM:lo pikir di FB Gunk: atau ga ditambahin, “kamu temennya “III” ya? Saya temennya temennya “III” GM: Kesannya jauh.. Gunk: ya ga apa-apa, kan yang ada dia cengar-cengir baca sms lo, hahaha GM: gung, jangan-jangan temen lo nge-deskripsiin nya tentang lo lagi, dan pas si cewenya tau itu gue, kecewa lagi? Gunk: ya engga lah, lagian temen gue sms tuh cewe di depan gue, tenang aja gum jangan nyerah mumpung ada kesempatan…haha GM: jadi mikir kemana-mana..haha Gunk: Gum liat status gue di FB dong, gaya berpacaran..h...

bermimpi.

Biasanya kalau saya bermimpi, dan saya ingat dengan detail juga saya benar-benar merasakan perasaan yang ada di mimpi itu, saya akan mendapat kejadian yang ada hubungan atau mirip dengan mimpi itu, entah itu firasat. Tadi malam saya bermimpi. Saya disuruh membeli sebuah hadiah untuk seseorang. Asalnya saya sendirian, entah kenapa tiba-tiba saya membonceng seseorang. Saya kebingungan mencari jalan kemana saya harus pergi. Tiba-tiba saya terjatuh, ke dalam sebuah lumpur, saya kesakitan, sekarat, namun masih sadar, seseorang yang saya bonceng hanya melihat saja, tanpa menolong. Saya kesakitan. Benar saja. Saya terjatuh. Sakit sekali, saya jatuh bukan karena tertabrak atau ditabrak. Tapi saya telah jatuh. Tentu tidak ada yang menolong, karena saya tidak berhak akan itu. malam ini mimpi apa? mudah-mudahan indah.

entah

Letakan batu itu, dan lihat lah, warna merah yang menyelimutinya Terang sekali, bisakah kamu melihatnya? Saya tidak, baiknya saya hentakan saja kaki ini, Pada batu yang kamu letakan tadi, agar saya bisa melihat, Maukah kamu menolong saya melihat warna merah itu, Kamu berlarian, nafas mu terengah-engah, Seakan kamu begitu tertariknya sampai kamu lupa sesuatu, Silaunya warna merah itu, Membuat mata saya seperti tertusuk, sebuah panah besar yang tajam Biasanya warna-warna lain, sanggup saya teguk keindahannya Warna ini tidak bisa dicapai, Saya hanya tua keindahannya dari kata-kata yang tiap hari kamu dengungkan Baiknya saya melihat dari teralis besi rumah saja, Di sana aman, saya bisa melemaskan seluruh mata saya yang kelelahan Namun, tetap saja saya tidak bisa menikmati merah itu, Oh karena saya pucat, Pucat, sesorang yang pucat seperti saya, yang bahkan tidak punya rona ini, Ternyata tidak kuat untuk menatap merah yang terang, Lalu saya akan kembalikan batu ini, dan menutup jendela ruma...

Jarak bukan kabur dan jangan kabur..

“Yeah, it's a lot To be something I'm not” “I don’t know what’s right and what’s real anymore I don’t know how I’m meant to feel anymore When do you think it will all become clear? ‘Cuz I’m being taken over by The Fear” “I’ll try to stay awake And fight your presence in my head” “Why would you make it easier on me to satisfy” “So tired of the straight line And everywhere you turn There’s vultures and thieves at your back” “Just try not to worry You’ll see them some day” “This is one for the good days And I have it all here in Red, blue, green Red, blue, green I won't be afraid Because I know Today has been the most perfect day I have ever seen ” Jarak, memang gue butuh jarak. Bukan untuk berubah, buat apa gue berubah untuk sesuatu yang belum tentu akan lebih baik nantinya. Gue belum berani untuk mempertaruhkan semuanya. Tapi kali gue baru menyadari beberapa hal, jarak bukan lari. Gue ga mau siapapun untuk ngambil spasi terlalu jauh, apa jadinya sebuah cerita kalau terlalu b...

Psikolog atau Gigolo?

Ini adalah sedikit dari sekian banyak obrolan bersama teman-teman kalo lagi nganggur. Psikolog atau gigolo? Sebenernya apa hubungannya coba? Kan gini, kemaren kita lagi ngomongin tentang tante-tante, Dan salah satu temen gue cerita kita bisa dapet duit dari sekedar nemenin tante-tante, Cuma nemenin, ngobrol sama tante-tante, dengerin curhatan si tante, biar si tante ga ngerasa kesepian. Yah yang gue tangkep sih, lumayan kali ya, Cuma ngobrol doang dapet duit, dan setelah gue inget-inget lagi, gue kuliah di jurusan Psikologi yang dituntut harus sering mendengarkan orang lain? Jadi pas bukan, hahaha, eit tapi jangan berpikiran gue bakalan memuluskan pikiran ini, yang bikin gue sedikit berpikir, ada kesamaan profesi antara gigolo sama psikolog, mereka banyak mendengarkan si tante, dan membuat si tante lebih rileks. Cuma kalo gigolo, kebanyakan ga Cuma ngobrol, ada “hal-hal” lain, yang mengikuti dibelakang, dan juga menurut berbagai sumber, ada juga gigolo yang emang langsung ke...

Kuping

Kuping, sebuah indera yang luar biasa. Manusia membutuhkan kuping, kuping sendiri, kuping orang lain, kuping. Kuping untuk mendengar initnya, betapa mulianya kuping yang tanpa lelah mendengar suara-suara yang buruk di dunia. Kuping, memang itu yang saya punya, sykur, masih normal, masih bisa mendengar dengan baik. Katanya, kuliah di psikologi, punya kuping yang bermutu itu wajib. Tapi, saya selalu mencoba meningkatkan kualitas kuping, saya asah sebisa mungkin. Tujuannya, sederhana, untuk medengarkan. Agar , dianggap, berguna. Tapi, bagaimana jika saya tidak punya kuping? Bukankah itu modal saya, sebagai seorang mahasiswa Psikologi? Mendengarkan? Jadi, Cuma kuping? Yang dibutuhkan? Kalau saya tidak punya kuping, mungkinkah saya ditinggalkan? Fungsi saya hanya itu? Cuma karena saya punya kuping, Setidaknya, kuping saya dibutuhkan, mekipun bukan diri saya, Kuping saya begitu istimewa. Saya rasa, tidak terlalu. Kuping. sumber gambar http://amoebasterix.mul...

menghirup segarnya udara ciwidey.....

Sesak, panas udara Bandung, hilang sementara, terganti dengan udara Ciwidey yang dingin. Akhirnya jadi juga jalan-jalan bareng keluarga, meskipun Cuma ke Ciwidey, asalnya ada beberapa pilihan, satu Dufan, dua Water Boom, tiga Garut, empat Ciwidey. Dufan ga jadi gara-gara, yang tua-tua ga bisa main, alasan diterima, dua water boom, entah alasannya apa, tiba-tiba dicoret, Garut, hampir setuju, tapi gara-gara, yang namanya bisnis yang hari ini katanya ga bisa ditinggal, ada urusan bla.bla..bla..jadi yang bisa tetep jalan-jalan, sekaligus ga usah makan waktu lama yaitu Ciwidey. Kecewa, memang mengingat janjinya, bakalan jalan-jalan seharian, tanpa mikirin urusan masing-masing, bener-bener mencurahkan waktu buat yang namanya jalan-jalan bareng keluarga. Kalo jaman dulu yang namanya jalan-jalan sekeluarga itu hal yang biasa, tapi semenjak gue SMP, jalan-jalan sekeluarga di luar lebaran [bukan jalan-jalan, silaturahmi masuknya], itu adalah hal yang langka. Sibuk, masing-masing, dulu gue yang ...