Langsung ke konten utama

sesungguhnya saya manusia

Air lagi, datang menghempas sebuah bayangan tak bernyawa.

Tanpa terlontar sedikitpun izin yang membosankan, saya tetap terpana melihat bayangan itu.

Ternyata, bayangan itu dilengkapi tulang yang kuat menjadi pelindungnya. Tulang itu seperti ingin memakan saya bulat-bulat. Menjijikan.

Bayangan itu tidak cukup indah memang. Ditambah hal-hal yang membuat saya ingin muntah berulang, tanpa henti.

Mendadak, sebuah cairan segar menyelimuti bersihnya tulang itu, mungkin itu lah yang disebut darah. Iya, darah itu membuat seakan tulang yang begitu kokoh menjadi kelihatan seperti pecundang. Darah, mata saya terbelalak melihatnya, semakin jijikm, semakin lama tidak seperti bayangan lagi.

Mual.

Tidak sedikitpun mata perut saya akan benda itu, demi melihat apa lagi yang ia punya. Ternyata darah itu mulai menyusun memenuhi seluruh bagian dari bayangan itu, yang asalanya hampa, menjadi penuh sesak. Hebat sekali darah itu. Saya terpukau karenanya.

Sampai saya sadari, ternyata bayangan itu adalah manusia, saya benci makhluk yang satu ini, penuh dusta, penuh perasaan yang menyebalkan, penuh dengan segala, mereka hanya ingin dimengerti tanpa mau mengerti, satu sama lain ternyata hanya satu sama satu-nya. Rasanya ingin saya memusnahkan makhluk-makhluh penuh kebencian ini.

MALU? Saya cukup malu berkata jijik terhadap benda yang bernama manusia, malu, benar-benar memalukan rasanya, setelah mengetahui, sesungguhnya saya manusia. Ya saya memang manusia.

Mual.

Komentar

  1. terkadang aku benci ma diri aku sendiri gung.... manusia itu emang ga sempurna ya....

    BalasHapus
  2. sama, nel, sekarang ga terkadang lagi, sering banget lah benci sama diri sendiri...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...