Langsung ke konten utama

Dan Begitulah Kenyataannya

Kenyataan. Itu adalah hal yang harus dihadapi setiap saat. Kenyataan tidak selalu indah dan tidak selalu menyedihkan. Kadang saya sulit menerima suatu kenyataan. Kenyataan bahwa saya tidak bisa mengubah hal itu menjadi suatu hal yang orang pikir baik. Kenyataan tersebut mungkin adalah sebuah takdir yang harus saya telan bulat-bulat. Suatu kenyataan yang saya yakin tidak ada satupun di dunia ini menginginkannya. Saya tau bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umat-Nya. Itu artinya saya seharusnya bisa melewati semuanya. Tapi ada hal yang tidak bisa saya mengerti, apakah Tuhan memang menakdirkan seseorang menjadi jahat? Apakah memang begitulah aturan yang dibuat-Nya? Bahwa orang-orang yang ditakdirkan tidak baik harus berusaha 10 kali lipat daripada orang-orang yang ditakdirkan baik. Lalu kenapa harus ada hal seperti itu?

Dan begitulah kenytaanya, saya tidak bisa mengubahnya, takdir atau bukan, cobaan atau bukan, saya masih belum bisa menerima kenyataannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...