Langsung ke konten utama

Review : Toy Story 3


Hamm the Piggy Bank: This is the perfect time to be hysterical.

Rex the Green Dinosaur: Should we be HYSTERICAL?



Knockout! Itulah kata yang terlintas di pikiran saya setelah menonton film ini. Setelah sukses dengan dua film terdahulunya Toys Story hadir lagi tahun ini. “The Great Escape”, yang memang inti cerita dari film ini adalah aksi kabur yang dilakukan oleh para mainan-mainan milik Andy. Cerita berawal ketika Andy yang akan memasuki bangku kuliah harus meninggalkan rumah. Sebelum berangkat ia memasukan mainan-mainan waktu kecilnya ke dalam sebuah kantung plastic besar, kecuali Woody, untuk disimpan ke dalam loteng rumahnya. Namun ternyata terjadi salah paham, mainan-mainan Woody malah mengira bahwa mereka akan dibuang ke tempat sampah. Akirnya mereka pun berusaha kabur dari kantung itu dan masuk ke dalam sebuah kardus mainan yang akan di sumbangkan ke tempat yang bernama Sunnyside . Ternyata tempat itu tidak senyaman yang mereka pikirkan. Sehingga pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk kabur dari Sunnyside

Banyak adegan-adegan yang membuat tertawa sampai sedih. Toy Story 3 dikemas dengan cerita yang sangat menarik. Ringan tapi tidak kaya. Kita masih akan disuguhkan dengan aksi-aksi lucu dari Buzz Lightyear, Mr and Mrs Potato dan lainnya ditambah tokoh-tokoh antagonis seperti Lotso dan Ken.

Barbie: You have everything!
Ken: Everything... except someone to share it with

Saya rasa bukan hanya anak kecil yang akan menyukai film ini. Tapi orang-orang dewasa pun sepertinya akan memfavoritkan film ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: I Know What You Did on Facebook

Trailer film ini begitu menggoda saya. Dan hal itu membuat saya ngebet pengen nonton film ini. Penasaran, sepertinya seru, ringan, dan menyentuh nilai-nilai realitas yang sedang terjadi kini. Saat saya ke bioskop ternyata film ini telah beredar. Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi yang beken lewat film Claudia/Jasmine. Film ini sukses menjadi angin segar ditengah film-film Indonesia yang saat ini sedang beredar seperti "Pocong Muter-muter" dan "Istri Tipuan". Tema film yang diangkatnya pun belum pernah ada yaitu Facebook. Saya salut dengan orang-orang yang nekat memproduksi film sejenis ini yang tampaknya sulit untuk laku. Film ini memang unik dan menyajikan unsur-unsur komedi yang bikin perut geli. Tapi unsur drama juga sangat kencang terasa. Namun saya merasa ada yang kurang dari film ini, apa ya sulit dijelaskan kurangnya greget yang saya rasakan setelah menontonnya. Secara sinematografi film tidak ada yang special. Film ini bercerita tentang seorang perempuan...

8 Hari Jelang Premiere

Ternyata saya mengalami ketakutan luar biasa jelang premiere. Takut kalau filmnya malah dihujat orang, takut kalau dengar selentingan "Ih filmnya ga banget deh". Takut juga denger "Duh Sutradaranya payah nih". Dan komentar-komentar lainnya yang bisa menyayat hati. Sumpah. Ini baru pertama kalinya film pendek yang saya sutradarai di putar secara umum. Dan ternyata rasanya lebih fantastis. saya malah jadi takut jangan-jangan tidak ada yang mau nonton film "Senja" lagi. Wajarkan ya kalau sutradara amatir semacam saya mengalami kegugupan ini? Mudah-mudahan saja semua berjalan lancar. Acaranya banyak yang datang dan tidak mengecewakan. Amien

Review: The Deathly Hallows part 1, The Best Harry Potter's film ever!

Lagi! Ya mungkin lagi-lagi review film Harry Potter and The Deathly Hallows bertambah lagi. Meskipun sudah banyak yang menulis reviewnya, tapi saya tidak tahan untuk ikut berkomentar kegirangan setelah menonton film ini. Yeah I love this film so much! Awalnya saya tidak mau berekspektasi terlalu tinggi dengan HP7 part 1 ini, karena kekecewaan saya pada HP6. Meskipun banyak kritikus film di luar sana yang menanggap HP6 adalah seri Potter terbaik, tapi saya tidak merasakan suasana dan cerita Potter yang sesungguhnya di HP6. Apalagi ketika mengetahui bahwa sutradaranya masih David Yates. Namun setelah menonton film HP7 part 1, saya langsung berkata dalam hati "Yeah Mas David sudah mengembalikan Harry Potter ke jalur sebenarnya!". Penuh sihir, gelap, dan menyenangkan. Film ini sudah menarik dari menit pertama hingga menit terakhir. Alur ceritanya lengkap, tidak ada perasaan aneh ketika perpindahan scene, tidak merasa ada bagian-bagian yang hilang, film ini terasa begitu utu...