Langsung ke konten utama

Review: Hachiko




Film yang cukup menguras emosi. Film yang dimainkan oleh Richard Gere dan anjing Hachi ini sukses membuat saya hampir menangis. Dan siapa yang aktingnya paling juara di film ini? Bukan Richard gere melainkan Hachi sang anjing. Film ini diangkat dari kisah nyata, tentang seorang professor yang menemukan seekor anjing. Awalnya istri Professor Parker Wilson tidak setuju dengan adanya anjing di rumah. Namun setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya istrinya pun meneriman Hachiko tinggal di rumah.

Hachi setiap harinya selalu mengantar sang profesor sampai ke stasiun. Dan setiap jam 5 maka ia datang untuk menjemput tuannya. Dan kebiasaan Hachiko it uterus ia lakukan sampai sang tuan meninggalkannya. Film ini memberi pesan bahwa binatang pun bisa lebih setia daripaada manusia, (tuh manusia denger, haha).

Secara sinematografi, film ini tidak menyajikan sesuatu yang special. Dan dari segi cerita pun memang sedih, namun sebenarnya ceritanya agak biasa. Tapi sutradara yang menggarap film ini mengemas film ini menjadi sangat dramatis. Ditambah scoring dari awal sampai akhir film, juara!

Agak melenceng dari film, hal yang membuat saya sangat tersentuh ketika menonton film ini adalah karena saya ingat 2 kucing saya yang telah pergi. Yang satu mati, yang satu hilang (kemungkinan diambil). Dan entah kenapa sepertinya binatang bisa member ikatan emosi yang sangat mendalam. Padahal binatang tidak bisa bicara kan? Tapi bisa menenangkan hati. Aneh ya?

I miss you mbii.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...