Langsung ke konten utama

Keluhan Minggu Ini

GILA! Keluar dari BEM atau di jurusan lain lebih dikenal dengan Himpunan, ternyata tidak ada perubahan besar dalam hal kegiatan. Saya pikir keluar dari BEM maka waktu kosong saya akan semakin berlipat ganda. Saya bisa lebih banyak bermain, mengerjakan tugas, dan menulis cerita. Tapi ternyata keadaan malah lebih menggila. Kegiatan komunitas Sublimotion yang semakin lama akan semakin padat dan acara Dies Natalis Psikologi yang rencananya mau dibikin gede-gedean. Di Sublimotion sendiri ada beberapa event dan syuting film serta proyek tambahan bikin clip wedding orang. Dan semuanya dalam waktu berdekatan. Tapi ternyata kegiatan yang banyak ini semakin dipersulit dengan tugas-tugas yang makin lama makin edan.
Sebenarnya sih belum terlalu terasa beratnya untuk saat ini. Cuma buat dibayangkan rasanya malah membuat diri saya stress. Rasanya saya sudah bersiap-siap untuk dihimpit dengan beban beberapa ton. Hikmahnya? Ya dituntut membagi waktu dengan adil.
Tapi pengen liburan, selama seminggu yang bener-bener refreshing. Lagi jenuh-jenuhnya ama dunia kampus.
Kok kerasa capek ya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Psikolog Tidak Semudah yang Anda Kira.

Mungkin masih banyak yang menganggap remeh profesi psikolog. Atau juga masih banyak yang menganggap psikolog itu hanya sebatas pembaca kepribadian manusia. Seseorang yang kuliah di bidang Psikologi relative banyak menerima pernyataan dan permintaan “Baca Aku dong?” atau “Tebak aku kayak gimana?”, lagi-lagi kalau dapat respon seperti saya Cuma nyengir. Semester-semester sebelumnya saya masih menganggap bahwa buat belajar psikologi ya tinggal baca buku, karena pengaruh dosen tidak terlalu signifikan. Saya ingat seorang teman SMA saya yang sempat berapi-api ingin masuk Psikologi tiba-tiba berubah pikiran dengan alas an “ Ah belajar psikologi mah bias otodidak, tinggal baca”. Kali ini saya sangat tidak setuju dengan pernyataan sang teman SMA. Belajar Psikologi bukan hanya mengetahui seseorang ekstrovert atau introvert. Atau sekedar main-mainan tebak kepribadian. Menjadi Psikolog atau setidaknya sarjana Psikologi tidak sesederhana itu. Setelah 4 semester terlewat saya pun baru tersadar...

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...