Langsung ke konten utama

Orang yang Gila Hormat

Bagaimana rasanya jika bertemu orang yang gila hormat tetapi sama sekali tidak menghormati orang lain? Tentu kepala akan terasa panas. Dan bagaimana jika kita bertemu dengan orang macam itu setiap hari di rumah. Jawaban yang jelas adalah tidak betah di rumah. Karena satu orang yang super bedebah itu kenyamanan saya di rumah semakin berkurang. Rasanya ingin menendang pantatnya keluar dari rumah. Namun sayang berbagai macam norma menghalangi saya untuk melakukan hal itu. Sehingga yang bisa dilakukan adalah menahan diri. Menekan amarah sedalam-dalamnya.

Setiap harinya memang ada saja yang bisa dijadikan masalah besar olehnya. Entah apa yang ia inginkan. Entah setan darimana yang selalu mendampinginya, yang jelas setan itu semakin sukses membuat saya gerah setengah mati. Mungkin manusia macam itu diciptakan untuk menguji kesabaran saya. Mau tidak mau saya harus sabar menghadapi orang macam ini. Damn.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...