Langsung ke konten utama

Teringat Kembali

Akhir tahun ini saya cukup terkejut dengan berita pernikahan salah satu teman SMA. Seharusnya saya tidak merasa aneh lagi karena teman sekampus pun ada yang sudah menikah. Tapi kali ini saya mendatangi pernikahan dari teman saya yang seumuran. Saya merasa lebih tua karena dengan bangganya saya berkata, “Ma, Agung mau ke nikahan temen”.
Tidak menyangka jika teman saya itu bisa menikah secepat itu. Tapi dia pasti sudah mempertimbangkan keputusannya itu. Wajahnya sangat berseri dan tampak bahagia. Saya ajdi tidak terbayang malam pertamanya. Heheh.

Dan tepat di pernikahan tema saya itu, saya bertemu (lagi) dengan seseorang yang dulu sempat menggelitik hati saya cukup dalam. Mungkin dia adalah unfinished business waktu saya SMA. Dan saat melihat wajah dia lagi, ingatan saya dibawa lagi ke jaman-jaman itu. Sesekali saya melirik kearahnya wajahnya tidak berubah sama sekali. Beberapa menit saya hanya senyum tanpa ada obrolan. Dan bukan geer dia pun sesekali saya pergoki melirik saya (geer atau ngarep?). Saat pulang, dari acara tersebut barulah kita akhirnya mengobrol, cara bicaranya masih sama. Dan entah kenapa saya malah geli sendiri. Aduh jangan sampai saya terjebak lagi. Rasanya saya tidak ingin waktu segera berakhir, berlebihan ya? Tapi itu sempat saya rasakan. Setelah dia pergi, saya ajdi berpikir sendiri, kenapa saya jadi begitu kikuk. Mungkin karena waktu itu ada kalimat-kalimat yang belum tersampaikan sepenuhnya. Itu yang mungkin membuat saya jadi berpikir bodoh.

Nomer HP-nya kini tersimpan kembali, magribnya saya SMS untuk memberitahukan nomer saya saat ini. Tapi saya tidak mau lagi dibutakan. Maka SMS pun akan seperlunya. Amien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: The Deathly Hallows part 1, The Best Harry Potter's film ever!

Lagi! Ya mungkin lagi-lagi review film Harry Potter and The Deathly Hallows bertambah lagi. Meskipun sudah banyak yang menulis reviewnya, tapi saya tidak tahan untuk ikut berkomentar kegirangan setelah menonton film ini. Yeah I love this film so much! Awalnya saya tidak mau berekspektasi terlalu tinggi dengan HP7 part 1 ini, karena kekecewaan saya pada HP6. Meskipun banyak kritikus film di luar sana yang menanggap HP6 adalah seri Potter terbaik, tapi saya tidak merasakan suasana dan cerita Potter yang sesungguhnya di HP6. Apalagi ketika mengetahui bahwa sutradaranya masih David Yates. Namun setelah menonton film HP7 part 1, saya langsung berkata dalam hati "Yeah Mas David sudah mengembalikan Harry Potter ke jalur sebenarnya!". Penuh sihir, gelap, dan menyenangkan. Film ini sudah menarik dari menit pertama hingga menit terakhir. Alur ceritanya lengkap, tidak ada perasaan aneh ketika perpindahan scene, tidak merasa ada bagian-bagian yang hilang, film ini terasa begitu utu...

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

KKN: 3rd days.

Ini adalah hari ke tiga di lokasi KKN. Dan ini adalah posting pertama saya mengenai KKN. Bagaimana ceritanya? Saya belum bisa buru-buru menyimpulkan bahwa KKN saya menyedihkan, menyenangkan atau biasa saja. Masih terlalu awal, tapi yang saat ini sangat terasa adalah bosan. Bosan karena tidak jelas apa yang harus dilakukan. Saya rasa mata kuliah KKN ini harus dikaji ulang mengenai efisiensi waktu. Karena untuk mengabdi atau kasarnya menolong masyarakat rasanya tidak perlu sampai 40 hari. Banyak kakak-kakak tingkat saya yang mengatakan bahwa KKN itu menyenangkan tidak sedikit yang mengatakan sudah ingin pulang sejak seminggu pertama. Saya golongan yang kedua yang ingin buru-buru pulang ke Bandung. Saya memang bukan orang yang mudah berbaur dengan orang yang baru saya kenal. Maksudnya bukan saya tidak bisa berbaur, mungkin teman-teman KKN saya menganggap bahwa saya terlihah tidak mengalami kesulitan dalam bergaul. Tapi hati tidak bisa bohong bung! Saya adalah orang yang sering terma...