Langsung ke konten utama

New resolution for 2010 part 2


Tahun-tahun sebelumnya saya selalu mempunyai harapan yang besar akan bentuk fisik. Yaitu tinggi badan. Saya dulu selalu berharap dapat mukjizat, kalau tiba-tiba di suatu malam tinggi badan saya bertambah begitu saja dan saat saya bangun saya menjadi lebih tinggi. Ya saya tau jika hanya menghayal tanpa usaha mana bisa dapat hasil yang sesuai. Tapi ya namanya harapan sering tidak realistis. Namun belakangan saya sudah tidak begitu sering berharap akan tinggi badan, meskipun saya masih ingin, lho? Ya saya bersyukur punya tinggi segini juga. Setidaknya masih ada yang naksir, hahaha.

Tapi yang jadi problem saya saat ini dan kadang membuat saya sedikit khawatir adalah, kondisi perut yang sudah tidak indah dilihat. Buncit!

Kata orang, kebiasaan “Sehabis makan tidur” itu sangat buruk. Tapi saya sangat sering melakukannya. Setiap selesai makan pasti saya dilanda rasa ngantuk dan jika ada kasur ataupun tempat yang memungkinkan untuk berbaring saya pasti langsung merebahkan badan. Saya yakin bukan hanya saya seorang yang sering mengalami seperti ini.

Dan ternyata semakin lama, perut saya semakin tidak jelas bentuknya. Semakin membesar kedepan. Saya jadi terbayang bagaimana nanti ketika saya masuk usia 30an, nanti saya dikira korupsi. Dan yang paling parah adalah rasa malas untuk berolahraga semakin kuat. Padahal kunci untuk menjawab masalah ini adalah olahraga.

Sehingga saya bertekad tahun 2010, saya harus mulai mengemas bentuk perut saya menjadi lebih beradab!

Perindah perut buncit!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: The Deathly Hallows part 1, The Best Harry Potter's film ever!

Lagi! Ya mungkin lagi-lagi review film Harry Potter and The Deathly Hallows bertambah lagi. Meskipun sudah banyak yang menulis reviewnya, tapi saya tidak tahan untuk ikut berkomentar kegirangan setelah menonton film ini. Yeah I love this film so much! Awalnya saya tidak mau berekspektasi terlalu tinggi dengan HP7 part 1 ini, karena kekecewaan saya pada HP6. Meskipun banyak kritikus film di luar sana yang menanggap HP6 adalah seri Potter terbaik, tapi saya tidak merasakan suasana dan cerita Potter yang sesungguhnya di HP6. Apalagi ketika mengetahui bahwa sutradaranya masih David Yates. Namun setelah menonton film HP7 part 1, saya langsung berkata dalam hati "Yeah Mas David sudah mengembalikan Harry Potter ke jalur sebenarnya!". Penuh sihir, gelap, dan menyenangkan. Film ini sudah menarik dari menit pertama hingga menit terakhir. Alur ceritanya lengkap, tidak ada perasaan aneh ketika perpindahan scene, tidak merasa ada bagian-bagian yang hilang, film ini terasa begitu utu...

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

KKN: 3rd days.

Ini adalah hari ke tiga di lokasi KKN. Dan ini adalah posting pertama saya mengenai KKN. Bagaimana ceritanya? Saya belum bisa buru-buru menyimpulkan bahwa KKN saya menyedihkan, menyenangkan atau biasa saja. Masih terlalu awal, tapi yang saat ini sangat terasa adalah bosan. Bosan karena tidak jelas apa yang harus dilakukan. Saya rasa mata kuliah KKN ini harus dikaji ulang mengenai efisiensi waktu. Karena untuk mengabdi atau kasarnya menolong masyarakat rasanya tidak perlu sampai 40 hari. Banyak kakak-kakak tingkat saya yang mengatakan bahwa KKN itu menyenangkan tidak sedikit yang mengatakan sudah ingin pulang sejak seminggu pertama. Saya golongan yang kedua yang ingin buru-buru pulang ke Bandung. Saya memang bukan orang yang mudah berbaur dengan orang yang baru saya kenal. Maksudnya bukan saya tidak bisa berbaur, mungkin teman-teman KKN saya menganggap bahwa saya terlihah tidak mengalami kesulitan dalam bergaul. Tapi hati tidak bisa bohong bung! Saya adalah orang yang sering terma...