Jumat kemarin adalah hari idul adha. Dan pada hari itu umat muslim yang mampu akan berkurban kambing atau sapi. Dan dagingnya akan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Sehingga pada hari itu orang-orang yang tergolong tidak mampu secara financial untuk membeli daging bisa makan daging hari itu. Saling berbagi itulah essensi yang saya dapat dari berkurban yang saya dapat selain pengorbanan.
Dan sorenya saat saya lihat berita di TV ribuan orang mengantri demi daging qurban. Dan pembagian daging itu berlangsung ricuh bahkan pada akhirnya banyak yang tidak kebagian. Dan 2 kata “tidak kebagian” membuat saya tergelitik. Saya yang tidak terlalu paham akan ilmu agama sedikit kebingungan apayang berkurban juga harus dapat jatah daging ya? Begini di daerah saya setiap orang yang ikut berkurban diberi 4 kg daging. Jumlah yang banyak menurut saya. Jadi kalau dihitung-hitung satu sapi 7 orang. Ada 28 Kkg yang diberikan pada 7 orang tersebut. Sisanya itu yang dibagikan pada yang membutuhkan daging. Saya pikir mungkin dengan dibagikan kembali pada hari itu semua orang dapat “makan” daging bersama atau juga yang ikut berkurban mungkin ingin membagi-bagikan sendiri 4 Kg tersebut pada sanak saudara atau yang lain. Tapi setelah saya pikirkan kembali 4 Kg untuk yang berkurban tampaknya terlalu besar. Karena yang berkurban untuk makan daging sehari-harinya bukan hal yang aneh lagi. Dan kalaupun ingin merasakan daging jug pada hari itu seharusnya tidak terlalu banyak, lagian itukan letak pengorbanannya? Jadi sebenarnya ikhlas tidak sih berkurban?
Komentar
Posting Komentar