Langsung ke konten utama

blogwalking?

Saya bisa dibilang belum terlalu ahli di dunia per-blog-an. Meskipun saya sudah mencoba-coba membuat blog dari kelas 1 SMA, tapi satupun tidak ada yang berkelanjutan. Dari sekian kali percobaan hanya 2 yang cukup bertahan lama, satu yang ini, satu lagi yang di multiply yang jarang diurus. Dan selama rentang waktu yang cukup lama pula saya cukup sering mendengar istilah blogwalking.

Kalau tidak salah sih artinya blogwalking adalah "berjalan" dari satu blog ke blog yang lain. Dan sungguh rajin sekali para blogger yang sering melakukan kegiatan ini. Saya tidak tau apa semua blogger memiliki hobby ini atau tidak, yang jelas saya tidak [terlalu]. Saya hanya membaca blog yang direkomendasikan teman atau untuk mencari bahan-bahan kuliah. Sebatas itu. Dan sama sekali saya tidak pernah khususkan waktu untuk berkeliling mencari blog-blog lain.

Tapi yang selalu saya jadikan pertanyaan, saat membuka blog orang lain yang saya baca, saya menemukan banya pesan yang ditulis pada Chat Box. Kebanyakan sih begini bunyinya, "blogwalking". Singkat dan menurut saya tidak jelas. Bukan mau berburuk sangka, tapi saya benar-benar tidak yakin apa orang-orang yang mencantumkan kata tersebut benar-benar membaca entri yang ada di blog tersebut atau sekedar lewat, tinggalkan alamat blog, dan berharap alamatnya dicantumkan. Sekedar mencari popularitas atau ingin alamat blognya ada dimana-mana dan berharap suatu saat blog-nya bisa seperti Raditya Dika. Entahlan apa tujuan dibalik masing-masing orang.

Sebenarnya kejadian ini pernah saya alami ketika ada seseorang menulis sebuah pesan pada C-Box di blog saya. Awalnya blogwalking, dan saya balas saja, lalu mengajak tukeran link. Ajakan itu awalnya saya sambut positif namun, setelah saya lihat-lihat lagi, tampaknya ia melakukan hal yang sama pada belasan blog lainnnya. Entah apa misi yang tersimpan. Tapi yang jelas, sepertinya dia paling banyak baca tulisan saya cuma satu paragraf. Ya mungkin isinya yang kurang menarik, kurang lucu dan konyol, kurang "berbobot", satu lagi kurang dramatis. Tapi sekali lagi tujuan saya menulis blog hanya ingin mem-publish pikiran-pikiran saya, karena saya masih kesulitan menemukan orang untuk menyalurkan pikiran-pikiran in. Mungkin jika sudah menemukan saya akan berhenti menulis blog. siapa yang tau?

Lalu, masih perlukah blogwalking? Sebenarnya dikembalikan pada tujuan blogwalking itu tersebut jika memang ingin mencari bahan bacaan, saya sangat setuju. Namun jika rajin blogwalking hanya untuk mencantumkan nama dan alamat blog dimana-mana, saya rasa buat saya blog yang isinya nama dan alamat blog lalu foto. Dan sebarluaskan, karena tulisan mungkin tidak lagi jadi yang utama.

terus "berjalan" para blogger yang benar-benar mengapresiasi tulisan bukan niatan jadi beken.

Komentar

  1. Hahaha, saya termasuk salah satu blogwalker. apa pekerjaan ini kau anggap pekerjaan orang kurang kerjaan? :P
    Menjenguk blog menurut saya seperti melongok pemikiran seseorang, mengetahui bagaimana dia memandang hidup, bagaimana interaksinya dengan kehidupan, dan bagaimana ia lukiskan semuanya itu dalam bentuk kata-kata. Membaca blog sama lezatnya dengan membaca novel (jika memang isinya keren).
    Saat blogwalking, saya tidak tanggung-tanggung. Kalo ketemu blog yang bagus, saya rela menghabiskan waktu membaca semua entry-nya. (Maaf ya, blog kamu termasuk salah satu korban saya hehe..)
    saya mencoba menyelami kehidupan lewat kacamata orang lain, sebab kacamata yang saya pakai mungkin saja modelnya sudah kuno, sudah tidak pas minus-plusnya, atau retak-retak.
    Memang ada beberapa blogger yg numpang tenar dg cara berseliweran seperti itu, tapi ya sudahlah.. tenar atau tidak tenar terkadang kembali ke niat masing-masing.
    Terima kasih banyak telah berbagi. Saya suka cerita2mu :)
    salam hangat,
    mbok menik ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...