Langsung ke konten utama

Say All I Need-one republic

Do you know where your heart is
Do you think you can find it
Did you trade it for something, somewhere
Better just to have it
Do you know where your love is
Do you think that you lost it
You felt it so strong but nothings
Turned out how you want it
Well bless my soul
You`re a lonely soul
Cause you wont let go
Of anything you hold
Well all I need is the air I breathe
And a place to rest my head
Do you know what your fate is
And are you trying to shake it
You`re doing your best and
You`re best look
You`re praying that you`ll make it
Well bless my soul
You`re a lonely soul
Cause you wont let go
Of anything you hold


Well all I need is the air I breathe
And a place to rest my head
Said all I need is the air I breathe
And a place to rest my head
Do you think you can find it
Do you think you can find it
Do you think you can find it
Better than you have it
Do you think you can find it
Do you think you can find it
Do you think you can find it
Better than you have it
Better than you have it
Said all I need is the air I breathe
And a place to rest my head
Said all I need is the air I breathe
And a place to rest my head
Do you know where the end is
Do you think you can see it
Until you get there
Go on
Go ahead and scream it
Just say

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Psikolog Tidak Semudah yang Anda Kira.

Mungkin masih banyak yang menganggap remeh profesi psikolog. Atau juga masih banyak yang menganggap psikolog itu hanya sebatas pembaca kepribadian manusia. Seseorang yang kuliah di bidang Psikologi relative banyak menerima pernyataan dan permintaan “Baca Aku dong?” atau “Tebak aku kayak gimana?”, lagi-lagi kalau dapat respon seperti saya Cuma nyengir. Semester-semester sebelumnya saya masih menganggap bahwa buat belajar psikologi ya tinggal baca buku, karena pengaruh dosen tidak terlalu signifikan. Saya ingat seorang teman SMA saya yang sempat berapi-api ingin masuk Psikologi tiba-tiba berubah pikiran dengan alas an “ Ah belajar psikologi mah bias otodidak, tinggal baca”. Kali ini saya sangat tidak setuju dengan pernyataan sang teman SMA. Belajar Psikologi bukan hanya mengetahui seseorang ekstrovert atau introvert. Atau sekedar main-mainan tebak kepribadian. Menjadi Psikolog atau setidaknya sarjana Psikologi tidak sesederhana itu. Setelah 4 semester terlewat saya pun baru tersadar...

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...