Langsung ke konten utama

suntuk..(lagi?)

Hampa, ga berlebihan kali ini gue bilang gitu, dan penyebabnya adalah., komputer. Sejak kepindahan kakak gue beserta komputernya, gue merasakan kekosongan yang luar biasa. Biasa nya segh, sesuntuk apapun hidup gue, bisa diobati dengan maen komputer, tepat nya nge-design apa gitu ato ngedit foto, dan gue bisa mencurahkan kesuntukan gue dengan itu (ciyee)

Dan kesulitan makin kerasa kalo ada tugas, jadi ribet, ada 3 option, ngerjain di kostan tmen, ngerjain di Unyet kalo punya ga punya duid, dan ke warnet dengan duid pas2an.

Kosong, lemes, kurang bersemangat, suntuk.
enyahlah kalian semua,

hush..hush.


yah tetep ga pergi dan ga kan pergi.

Komentar

  1. wey
    blogwalking gung
    gag ngimeng lw punya blog
    gw link yah
    tapi lw link balik blog gw

    www.sapi-psycho.co.cc


    --->nie gw defri

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...