Langsung ke konten utama

kamu.

saya heran, bingung, lelah.

kamu yang tidak pernah mau membuka pintumu
kamu yang selalu merasa tidak bisa dimengerti
kamu yang selalu tidak ingin peduli
kamu yang selalu ada ada tapi tidak ada

tau kah kamu?
orang-orang di sekitarmu
betapa mereka, sangat memperhatikanmu
sadarkah kamu?
orang-orang yang ada disekitarmu
rela menentang hujan agar kamu bisa hadir disekeliling mereka
tau kah kamu,
berapa sel otak yang rusak agar kamu bisa merasakan mereka ada untuk kamu
dengan segala upaya, demi kamu, demi senyum yang ada dalam otakmu
demi kamu merasa mereka memang untuk kamu
mereka hanya ingin mengerti kamu
mereka hanya ingin kamu bisa merasa hangat dari dinginnya udara di luar sana
mereka hanya ingin kamu bisa ada disana, menghirup wangi mereka, menyuarakan apa yang ingin kamu utarakan.

tapi kamu selalu menolak itu,
kamu selalu merasa mereka bukan kamu
kamu bukan mereka
mereka bukan untuk kamu,
mereka tidak bisa mengerti kamu,
seluruh daya telah mereka keluarkan untuk kamu
meskipun kamu tetap sunyi

meskipun kamu merasa kurang
tapi mereka selalu nyaman dengan itu
kamu yang selalu menutup rapat-rapat
dengan sebuah gembok prinsip
dan kunci yang sempit untuk dimasuki

mungkin istilah lama akan berlaku nanti
kamu baru bisa merasakan hal itu berarti saat kamu kehilangannya
atau sama sekali sampai kapanpun, kamu tetap tidak peduli
saya tidak cukup peka
kamu pun begitu
tapi saya mencoba menikmati tipa detik yang ada
kamu tidak
saat kamu bersama mereka
pikiran kamu berada diluar area
area yang mereka tidak tau
kamu tidak benar-benar bersama mereka
hanya sosok kamu yang disana
kamu menganggap dirimu beda dari mereka
beda
tapi mereka selalu berusaha mengimbangimu
mengimbangi hal menurut kamu beda,
padahal tidak

saya menyerah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...