Langsung ke konten utama

Apa Kabar Hidup?

Apa kabar hidup? Belum ada jawaban yang tepat untuk menggambarkan kabar dari hidup saya belakangan ini. Jika saya mengatakan suram rasanya agak berlebihan, karena masalah yang ada sebenarnya jika dikaji satu-per-satu tidak berdampak signifikan terhadap persepsi saya mengenai kualitas hidup belakangan ini. Namun saya jadi ingat manusia tidak bisa dilihat dari satu hal, sehingga manusia harus dilihat secara keseluruhan.

Mungkin ketidakjelasan perasaan ini adalah akumulasi dari berbagai hal yang sudah, sedang, dan bayangan dari kemungkinan-kemungkinan. Saya mungkin adalah orang yang suka membuat segala sesuatu terasa lebih sulit dari kenyataannya. Mungki hal itu disebabkan karena saya kadang terlalu jauh berpikir kedepan. Layaknya paranormal saya sudah sok-sok'an membayangkan apa yang akan terjadi, lalu ujungnya merasa takut atau mungkin lari. Padahal kejadian yang saya takuti itu belum tentu terjadi. Alhasil kadang saya suka sok tau mendahului Tuhan, dengan menyimpulkan sendiri apa yang terjadi kedepannya.

Jujur saya merasa hilang arah saat ini. Tersesat dan tidak tau bagaimana cara untuk pulang dengan selamat. Jika dulu segala sesuatunya terencana dengan matang dan baik, saat ini saya merasa seperti kehilangan tujuan. Ah rasanya salah kalau saya berteriak-teriak sekarang, sudah kepalang tanggung, apalagi saya bukan seorang yang berani membuat keputusan besar yang menentang banyak orang. Ini tahun ke-3, jangan ajak saya untuk membicarakan rencana.

Butuh sekali teman berdiskusi panjang mengenai ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

hmm, need someone?

Sudah beberapa bulan, entah masuk hitungan tahun, saya kurang peduli akan ada atau tidaknya seorang pendamping atau bahasa anak jama sekarang pacar kali ya. Ya saya tidak seambisius waktu SMA, dimana saya benar-benar ingin mempunyai hubungan dengan seseorang. Dan jika tidak ada, rasanya saya begitu hampa. Meskipun waktu SMA banyak yang tidak sampai “resmi” pacaran. Yang pasti, selama SMA ada saja seseorang yang membuat hubungan dengan saya tapi tanpa status yang tidak jelas. Saat masuk masa kuliah. Keinginan itu masih ada dan malah ingin mencoba sesuatu pengalaman baru. Tapi niat “jahat” itu dibatalkan karena banyak pertimbangan. Akhirnya saya tidak terlalu menggebu-gebu harus punya. Meskipun sempat ada sedikit “drama” di tahun pertama saya kuliah, namun tetap pada akhirnya tidak jadi. Lagian saya punya teman-teman yang telah begitu baiknya mengisi waktu dan pikiran saya selama ini. Dan saat saya ditanya “Gung kenapa ga nyari pacar lagi?”. Saya selalu jawab, “Lagi ga pengen, ga ter...

Apalah Arti Sebuah Nama?

Banyak orang-orang yang bilang begitu, karena mereka menganggap kalau nama itu ga terlalu penting. Karena belum tentu nama keren, muka keren atau nama norak orangnya juga norak. Saya pun sering dengar system generalisasi nama. Misalnya seperti yang namanya “X” biasanya cantik, yang namanya “Y” biasanya ganteng, yang namanya “Z” biasanya jahat. Well dari sana saja ketauan nama itu bukan sesuatu yang bisa ditendang sejauh 50 meter dengan tenaga minim, artinya saya sih menganggap kalau nama itu penting. Saat kita menyandang nama sesuatu, kalau kata orang tua kita membawa doa dan tanggung jawab. Doa yang dimaksud adalah harapan-harapan dari orang tua yang kelak diharapkan akan muncul. Misalnya saya sendiri, Agung artinya besar, Muhammad artinya diharapkan perilakunya bisa dijadikan panutan, Reza yang maksudnya diharapkan menjadi pemimpin yang bijak. Wew, kalau saya ingat-ingat arti dari nama saya sendiri rasa-rasanya bahu saya mendadak berat sekali. Begitu besarnya harapan orang tua saya...