Langsung ke konten utama

11 Film Terfavorit 2009 versi saya-tau-saya.blogspot.com



Tahun 2009 ini dipenuhi oleh beragam film. Dan banyak sekali film-film bagus (menurut saya). Tapi tidak sedikit juga film-film ga jelas yang mampir di bioskop. Apalagi film-film yang ga jelas itu malah bikin film-film yang ditunggu jadi terlambat masuknya (di Bandung khususnya). Dan apesnya lagi film-film ga jelas itu banyak bermunculan dari dalam negeri. Tahun ini memang banyak sekali jumlah film produksi Indonesia asli, tapi secara kualitas hanya beberapa yang mengalami kemajuan. Mungkin lain kali saya akan buat posting tentang film Indonesia, perlu ga ya? Diantara banyak sekali film yang sudah saya tonton sebenarnya banyak yang jadi favorit saya, tapi kan kayaknya akan memakan banyak tempat kalau semua ditulis. Jadi untuk meringkasnya saya hanya mengambil sepuluh film yang paling saya favoritkan. Dan saya coba-coba bikin chartnya, walaupun bukan kritikus film yang ahli ga apa-apa lah ya. Dan penilaian ini hanya berdasarkan penilaian saya sendiri jadi kalo kurang setuju ya bikin aja versi sendiri, hehe.

1. Inglorious Bastards

Menurut saya ini adalah film yang paling oke tahun ini. Karena ini adalah film yang komplit dan sangat menarik. Sutradaranya sangat tau betul dalam mengemas cerita di film yang berlatar belakang tentang NAZI ini yang seharusnya jadi film yang sangat serius menjadi sedikit lebih santai tanpa mengurangi makna film ini. Awalnya saya kira film ini kumpulan cerita tapi ternyata saya salah semua masih berhubungan. Dan saya rasa tidak ada lagi film tahun ini yang benar-benar memuaskan hati saya dari awal film sampai akhir film.

2. Watchmen


Salah satu film superhero yang sangat saya favoritkan setelah The Dark Knight. Karena film ini lebih dari sekedar film superhero biasa. Yang biasanya mudah ditebak. Dan film ini bisa dibilang memiliki cerita yang cukup rumit, karena tokohnya yang banyak. Tapi saya sangat senang sekali dengan sinematografinya, mantap! Dan tidak lupa music-musik yang mengiringi tiap pertarungan sangat diluar kebiasaan film superhero.

3. UP

So entertaining! Mungkin hampir semua yang nonton film ini bakalan naksir ama tokoh Russel yang sangat lucu. Postur badannya dibuat gendut dan padat. Dan suara Russel di setiap dialog bikin saya senyum-senyum. Film animasi ini sangat sarat akan makna. Bukan film yang sekedar lucu-lucuan. Dan Menurut saya UP termasuk salah satu film paling bagus karena This film is so memorable !

4. The Reader

Film ini secara cerita nendang banget. Walaupun dimulai dengan cara yang lambat tapi sama sekali ga bikin bosen. Dan film ini sukses bikin saya bertanya-tanya terus dalam hati, tentang kerasnya hati Kate Winslet sampai-sampai dia masuk penjara. Tidak lupa adegan-adegan dewasa antara remaja dan ibu-ibu (yang masih mantap!) sangat menambah suasana di film ini.

5. The Curious Case of Benjamin Button

Ini film yang sempat bikin saya penasaran kok bisa ada orang yang umurnya mundur. Sebenarnya setelah menontonnya pun pertanyaan itu ga kejawab. Ya Brad Pitt dengan begitu saja lahir tua. Mungkin juga karena dia lahir saat sebuah jam yang pergerakan jarumnya terbalik diluncurkan, bikin dia lahir tidak normal. Tapi masa yang lahir tanggal itu Cuma satu-satunya? Terlepas dari kejanggalan itu film ini sarat akan makna. Tentang betapa berharganya waktu yang kita dapat tiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, dan seterusnya. Yang bikin salut sama film ini adalah tata riasnya yang jago sekali dandanin Brad Pitt di berbagai usia.

6. Terminator Salvation

Sekuel Termintor-terminator sebelumnya. Tapi kali ini dengan tokoh utama yang berbeda. Dan saya suka dengan film ini karena sinemtografinya keren. Saat nonton film ini saya serasa dibawa kedalam setiap pertempuran yang terjadi. Pergerakan kamera nya pas ga berlebihan. Dan yang pasti seru, meskipun kemunculan Arnold Schwarzenegger diakhir film (animasi) ga penting-penting amat.

7. 2012

Siapa yang ga pernah denger judul film yang sangat fenomenal itu. Film ini sangat menyita perhatian public saat diedarkan. Berangkat dari isu-isu kiamat ramalan suku Maya, film ini sukses memperlengkap kehebohan isu itu. Padahal dari film itu, cerita tentang proses kiamatnya sendiri kurang detail, malah lebih terfokus pada kisah keluarganya John Cusack. Film ini pun bukan tentang kiamat, karena masih banyak yang selamat di akhirnya. Film ini seperti gabungan 3 film, War of The World, The Day After tomorrow, dan The Earth the Day Stood still. Yang bikin film ini masuk ke dalam daftar saya adalah, salut akan strategi keluarnya film ini yang sangat-sangat meledak dipasaran. Dan untuk special effect bisa dibilang sudah cukup detail, setidaknya jauh lebih bagus daripada animasi serigalanya film New Moon.

8. Pintu Terlarang

Awesome! Film karya Joko Anwar ini sangat berbeda dari film-film Indonesia lainnya yang bertema Horror-Seks. Saat pertama kali menonton, saya banyak dibingungkan dengan alur ceritanya. Tapi itu malah membuat film ini semakin seru. Tegang dan penasaran akan apa sebenarnya cerita film ini. Sinemtografinya, bagus bangetlah. Apalagi adegan berdarah-darahnya, udah mirip film-film Hollywood.

9. Avatar

Para creator film ini sepertinya punya daya khayal yang sangat tinggi. Karena untuk menciptakan sebuah planet baru beserta isi-isinya butuh imajinasi yang detail. Terbukti dari terciptanya Planet Pandora yang dihadirkan begitu lengkapnya. Dan saya bisa bilang sepanjang film, saya disuguhi gambar yang luar biasa indah. Padahal dari segi cerita sih tidak terlalu kuat. Tapi bukan berarti film ini hanya film ecek-ecek. Dengan modal film yang katanya bertriliyun rupiah ya terbukti ternyata hasilnya pun menakjubkan secara visual.

10. Cin(T)a

Sebenarnya jika dibandingkan secara kualitas dengan Sang Pemimpi (secara keseluruhan) film ini mungkin akan terasa jauh. Tapi film ini menjadi hal yang unik tahun ini. Saya rasa kita harus salut dengan para pembuat film ini, dengan modal yang tidak terlalu besar namun berusaha semaksimal mungkin menghasilkan film yang tidak murahan. Dari pemasaran film ini hingga tema yang cukup berani, film ini banyak menuai pujian dari orang-orang. Kekuatan dari film ini sendiri adalah dialog antar pemain, maksud saya dialog Cina dan Annisa. Walaupun secara sound film ini sangat mengecewakan tapi setidaknya film ini memberi warna sangat berbeda tahun ini.



Special Film of The Year

This is it


Seharusnya sepuluh ya, tapi film ini tidak bisa dihilangkan dari tahun 2009. Yap tahun ini Michael Jackson meninggal dunia. Sang legendaries itu ternyata meninggalkan cerita sebelum konser terakhirnya. Sayangnya konser spektakuler itu tidak terjadi. Film ini hanya berisi latihan-latihan untuk konser tersebut. Tapi entah kenapa semuanya jadi luar baisa. Film ini membuat saya percaya kalau selama ini MJ tidak lipsync. Malah sejak nonton film itu saya menjadi lebih suka MJ dan merasa sedih akan kepergiannya.


Film Mengecewakan tahun ini

Glitch


Secara judul film ini bisa dibilang cukup menjual dan bertanya-tanya. Dan saat melihat cover film ekspektasi terhadapa film ini menurun. Dan saat menonton, saya dan teman-teman pada waktu itu hanya cengar-cengir menonton film ini. Film ini aneh sekali. Padahal cerita dalam film ini bisa dibuat jadi “wah”, tapi mungkin modal untuk pembuatan film ini minim sehingga muncullah special effect yang lebih pantas berada di layar kaca (malah sekarang special effect di TV saja sudah bagus). Ya film ini mengecewakan, seharusnya film ini menjadi film yang melawan arah kebanyakan film kita yang menjurus ke komedi/horror dewasa. Namun keinginan untuk beda tidak dibarengi dengan kualitas yang baik. Padahal tahun ini banyak film ini Indonesia yang kurang berkualitas juga, sayangnya saya tidak berminat untuk menonton dan film ini terlanjur saya tonton dan menjadi film paling mengecewakan dari semua film yang saya tonton. Walaupun sebenarnya KCB 1 pun tidak setimpal dengan promo yang edan-edanan, tapi Glitch lebih mengecewakan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review: I Know What You Did on Facebook

Trailer film ini begitu menggoda saya. Dan hal itu membuat saya ngebet pengen nonton film ini. Penasaran, sepertinya seru, ringan, dan menyentuh nilai-nilai realitas yang sedang terjadi kini. Saat saya ke bioskop ternyata film ini telah beredar. Film ini disutradarai oleh Awi Suryadi yang beken lewat film Claudia/Jasmine. Film ini sukses menjadi angin segar ditengah film-film Indonesia yang saat ini sedang beredar seperti "Pocong Muter-muter" dan "Istri Tipuan". Tema film yang diangkatnya pun belum pernah ada yaitu Facebook. Saya salut dengan orang-orang yang nekat memproduksi film sejenis ini yang tampaknya sulit untuk laku. Film ini memang unik dan menyajikan unsur-unsur komedi yang bikin perut geli. Tapi unsur drama juga sangat kencang terasa. Namun saya merasa ada yang kurang dari film ini, apa ya sulit dijelaskan kurangnya greget yang saya rasakan setelah menontonnya. Secara sinematografi film tidak ada yang special. Film ini bercerita tentang seorang perempuan...

8 Hari Jelang Premiere

Ternyata saya mengalami ketakutan luar biasa jelang premiere. Takut kalau filmnya malah dihujat orang, takut kalau dengar selentingan "Ih filmnya ga banget deh". Takut juga denger "Duh Sutradaranya payah nih". Dan komentar-komentar lainnya yang bisa menyayat hati. Sumpah. Ini baru pertama kalinya film pendek yang saya sutradarai di putar secara umum. Dan ternyata rasanya lebih fantastis. saya malah jadi takut jangan-jangan tidak ada yang mau nonton film "Senja" lagi. Wajarkan ya kalau sutradara amatir semacam saya mengalami kegugupan ini? Mudah-mudahan saja semua berjalan lancar. Acaranya banyak yang datang dan tidak mengecewakan. Amien

Review: The Deathly Hallows part 1, The Best Harry Potter's film ever!

Lagi! Ya mungkin lagi-lagi review film Harry Potter and The Deathly Hallows bertambah lagi. Meskipun sudah banyak yang menulis reviewnya, tapi saya tidak tahan untuk ikut berkomentar kegirangan setelah menonton film ini. Yeah I love this film so much! Awalnya saya tidak mau berekspektasi terlalu tinggi dengan HP7 part 1 ini, karena kekecewaan saya pada HP6. Meskipun banyak kritikus film di luar sana yang menanggap HP6 adalah seri Potter terbaik, tapi saya tidak merasakan suasana dan cerita Potter yang sesungguhnya di HP6. Apalagi ketika mengetahui bahwa sutradaranya masih David Yates. Namun setelah menonton film HP7 part 1, saya langsung berkata dalam hati "Yeah Mas David sudah mengembalikan Harry Potter ke jalur sebenarnya!". Penuh sihir, gelap, dan menyenangkan. Film ini sudah menarik dari menit pertama hingga menit terakhir. Alur ceritanya lengkap, tidak ada perasaan aneh ketika perpindahan scene, tidak merasa ada bagian-bagian yang hilang, film ini terasa begitu utu...